Halaman

    Social Items

Cerita Sex Mama Lina Nama ku Rendi, telah beristri, bekerja di sebuah Perusahaan Swasta, Istriku cukup lumayan, cantik dan bahenol, namun yang akan aku ceritakan ini bukan soal hubungan seks ku dengan istri ku, tapi soal hubungan ku dengan seorang setengah baya, yang setatusnya adalah tante, tapi kami sekeluarga memanggilnya dengan kata Mama, hal ini wajar, agar bisa lebih akrab dan dekat.


Mama Lina, itulah sebutan dan nama dari tante istriku, Mama Lina adalah Istri dari Paman Istriku, maaf beliau adalah Istri kedua dari Paman Istriku, Cantik, tidak terlalu tinggi, wajar sebagaimana pribumi, kulitnya terbilang putih, mulus, walau bersetatus tante atau lebih tua dari istriku tapi belum terbilang tua, karena dia istri kedua dari Paman Istriku, semua lekuk tubuh sensualnya masih mengencang, mulai dari payudaranya, masih terangkat keatas dan bulat menonjol menggairahkan, putingnya juga masih seperti milik seorang gadis, perutnya belum mengendor, begitu juga pinggul dan pantatnya masih menonjol.

Anda tau apa sebabnya ? ialah karena Mama Lina tidak pernah hamil dan ternyata selama 9 tahun berumah tangga dengan Paman Istriku, boleh dikatakan hanya 1 tahun dia digauli sebagaimana layaknya seorang istri, selebihnya selama 8 tahun selanjutnya, hanya dia bisa nikmati dengan sentuhan tangan suaminya, Itu semua dia alami Karena Sang suami memiliki penyakit Jantung kronis, dan sudah tiada.


Singkat ceritanya ialah Mama Lina sudah lebih kurang 1 tahun menjanda, sebatang kara, tidak punya anak, apalagi cucu, tidak bekerja dan juga tidak memiliki usaha, peninggalan suami paspasan, oleh karenanya aku bersama istri sudah berniat untuk membelanjakan atau memberikan nafkah kepada Mama Lina, mulai dari urusan bayar telepon, Listrik, sampai urusan belanja dapur. Hidupnya seharihari ditemani dengan seorang pembantu rumah tangga, yang juga menjadi tanggungan kami.


Setiap 2 minggu sekali istriku selalu datang menemui Mama Lina untuk menjenguk sekaligus membawanya belanja keperluan dapur ke Supermarket, aku paling hanya telepon dan paling sebulan sekali menjenguknya. Semua ini kami lakukan hitunghitung balas budi, karena sewaktu suaminya masih ada dan kondisi kehidupan kami belum mapan kami banyak dibantunya.Suatu ketika istriku tidak dapat pergi untuk menjenguk Mama Lina, padahal sudah jadualnya untuk belanja keperluan dapur Mama Lina, istriku kurang enak badan, terpaksa aku menggantikannya, dan hal ini bukan yang pertama kali sudah sering hampir 45 kali, namun yang kali ini suatu hal yang luar biasa.


Aku sudah tidak canggung lagi dengan Mama Lina, karena sudah biasa bertemu dan bahkan sudah seperti Ibu ku sendiri. Soal tidur, kami sering tidur bertiga, Aku, Istriku dan Mama Lina, bahkan pernah suatu siang kami, Aku dan Mama Lina tidur berdua dikamar, jadi tidak ada hal yang aneh, namun kali ini kejadiannya tidak terencana dan sangat mengagetkan.Selesai jam kerja di sore hari, aku langsung menuju kerumah Mama Lina, untuk menggantikan istriku menemani Mama Lina belanja keperluan dapur sebagaimana rutinnya, Setibanya di rumah Mama Lina aku langsung memarkirkan mobil ku di depan garasi rumahnya.


Sore Ma! Sapa ku sambil menghampiri Mama Lina yang sedang tiduran di sofa sambil menonton TV, kucium tangannya dan kedua pipinya, hal ini adalah kebiasaan di keluarga kami kalau bertemu dalam satu keluarga.


Dengan siapa kamu Ren ? Mama Lina bertanya sambil melirik kearah pintu utama dan melihat ku dengan kening dikerut.


Ya dengan Mobil Ma ..! Jawab ku santai dan berbalik ke arah Lemari Es untuk mengambil segelas air dingin.


Jangan bercanda ., Mama Tanya beneran


Rendy tidak bercanda Ma., Rendy jawab benaran sekarang aku duduk di bangku tamu didepan sofanya, sambil ikutan menonton TV.


Maksud Mama, Eva tidak ikut ? Eva adalah Istri ku.


Eva lagi tidak enak badan, jadinya Rendy yang kesini Jawab ku sambil mengalihkan pandangan dari pesawat Televisi kearah Mama Lina, namun pandanganku terhenti di kedua panggkal pahanya yang sedang dilipat dan saling bertindihan.Kusadari Mama Lina tidak sadar kalau dasternya tersingkap atau dia tahu tapi karena hal ini sudah biasa maka tidak ada masalah bagi kami.


Kali ini aku merasakannya agak aneh, kog aku merasa terangsang dengan pandangan ini. Aku sadar sehingga kualihkan secepatnya pandanganku lagi kearah pesawat televisi, tapi perasaan ku menggoda, sehingga aku mencoba mecuri pandang dengan melirik kearah paha tadi, hati semakin tidak tenang, pikiranku mulai tidak normal. Kucoba membuang fikiran yang sudah mulai tidak menentu arah.


Ma.. !` sapaan ku berhenti, aku ingin menggajak nya bicara tapi pada saat aku menyapa sacara bersamaan aku memalingkan pandangan ku lagi kearah wajah Mama Lina, tapi pandangan ku berhenti di bagian dada Mama lina yang terlihat gundukannya dikarenakan belahan dastrernya pada bagian dada melorot kesamping, karena pada saat itu posisi tidur Mama Lina disofa miring.


Ada apa Ren Tanya nya mengagetkan ku, aku segera memalingkan pandanganku kewajahnya.


Ayo Ma, rapirapi, sudah hampir jam 7 nich, nanti Supermaket tutup


Ren, badan Mama rasanya lemes, kurang bersemangat, bagaimana kalau besok aja kita belanjanya


Yah Mama .., Rendy udah sampai disini, lagi pula besok Rendy ada kerja lembur, dan iya kalau Eva sudah enakkan dan bisa kesini.


Ya udah kapan kapan aja sambutnya lagi,


Enggak ah Ma sekarang aja, nanti kalau ditundatunda jadi enggak jadi kayak dulu


Kamu memang orangnya keras kepala Ren, kalau ada maunya tidak bisa ditunda


Ya sudah Mama salin dulu, tapi kalau nanti Mama jadi sakit kamu yang repot juga


Akhirnya dengan malas dia bangun dari sofanya menuju kamar, akupun melanjutkan menonton Televisi. Selang beberapa menit aku menunggu dengan tidak sabar, akupun melirik kearah pintu kamar, dan tiba tiba mata ku terperanjat melihat pandangan didalam kamar, kulihat Mama Lina membelakangi pintu kamar dengan hanya menggunakan celana dalam tanpa BH, sayangnya posisinya juga membelakangi ku sehingga aku hanya bisa menikmati lekukan tubuhnya dari belakang, dan cukup indah masih seperti anak remaja, semuanya serba ketat dan gempal. Aku semakin kacau. Situs Game Slot Online


Kuperhatikan terus dari ujung kaki sampai ujung kepalanya, rambut yang terurai semakin menggairahkan ku. Kulihat Mama lina sedang memakai Baju Kemeja putih berenda, wah rupanya dia tidak memakai BH, setelah itu dia pakai celana Jean ketat panjangnya tigaperempat, dan langsung berbalik kearah pintu kamar, aku dengan cepat juga memalingkan muka kearah Televisi seolaholah tidak tahu apa yang terjadi tadi di kamar.


Ayo Ren . Kita jalan , sapa Mama Lina yang sudah keluar dari kamarnya, dan akupun meraih remote TV untuk mematikan TV, sambil bangun dari sofa yang aku duduki.


Kalau nanti Mama sakit, kamu harus tanggung ya Rend ! Mama Lina membuka lagi pembicaraan setelah beberapa menit kami meninggalkan rumahnya dan Mama lina sedang menikmati jalan sambil duduk disebelahku. Aku sambil memegang setir mobil menjawab dengan santai dan manja.


Ya . Iya dong Ma., siapa lagi yang ngurus Mama kalau bukan Rendy.


Mama sambil rebahan ya Ren ? pintanya sambil merebahkan sandaran jok mobil yang didudukinya.


Boleh kan Ren ? pintanya lagi sambil memegang tangan kiriku, tapi saat ini posisi Mama Lina sudah rebah dan terlentang, seolaholah memerkan dadanya yang menonjol menggairahkan itu.


Aku menoleh kesamping kearah Mama Lina sambil mengangguk, tapi lagilagi pandanganku terhenti didada Mama Lina, yang terlihat samar lekukannya dari balik bajunya yang sengaja tidak dikancing pada bagian atasnya. Kuarahkan lagi pandangan ku kejalan raya agar tidak terjadi apaapa.Setibanya di Supermarket mobil aku parkirkan ditempatnya dan kami pun berjalan menuju kedalam supermarket sambil bergandengan, Mama lina mengait tanganku untuk digandolinya, hal ini sudah biasa bagi kami, tapi kali ini darah ku berdesardesar saat bergandengan tangan dengan Mama Lina, bagaimana tidak berdesar, yang sedari tadi dalam fikiran ku terlintas terus lekukan buah dada Mama Lina kini tersenggolsenggol mengenai siku kiri ku seirama dengan gerakan langkah kami selama menuju kedalam Supermarket.


Setibanya didalam supermarket aku langsung menyambar lorry yang berada disisi pintu masuk supermarket, dan kami pun bergandengan lagi menuju ke barisan etalase keperluan Rumah tangga. Satu persatu barang keperluan dapur dipilih dan diambil oleh Mama Lina, akupun asik dengan kegiatan ku sendiri memperhatikan lekukan badan Mama lina yang masih mengencang yang bergerak terus kadang merunduk dan berdiri lagi sambil ia memeriksa barang yang terdapat dietalase. Khayalan ku terhenti karena sapaannya.


Rend coba kamu lihat labelnya ini, apakah jangka waktunya masih berlaku tidak pintanya sambil jongkok dan dan tanpa melihatku kebelakang dengan tangan memegang sebuah makanan kaleng memberikan kepada ku.Kemudian aku bergerak mendekati Mama Lina dan berdiri tepat disampingnya yang sedang jongkok, kuambil makanan kaleng yang ada ditangannya dan kuperhatikan dengan seksama label masa berlaku yang dimaksud.


Masih lama nih Ma Jawab ku sambil mengembalikan makanan kaleng tadi kepada Mama Lina, yang saat ini posisinya sedang membungkuk memperhatikan barangbarang yang lain.


Aku terperanjat melihat dua buah gunung yang menempel di dada Mama Lina, terlihat jelas karena posisinya yang membungkuk sehingga bajunya menggantung kebawah.Buah dada yang indah, masih mengencang, dan memiliki putting yang masih kencang dan tidak terlalu besar, maklum karena Mama Lina belum pernah menyusui bayi. Bentuknya masih bagus, tanpa keriput sedikitpun di sekitar putingnya, putih mulus dan terawat dengan baik. Ada sekitar sepuluh detik aku memperhatikannya, terhenti karena Mama lina berdiri dan bergeser posisi.


Kini akupun tetap berada disampingnya, dengan maksud untuk mendapatkan kesempatan memandang seperti tadi, dan benar Mama lina sebentarbentar menunduk, dan kesempatan itu tidak aku lewati dengan langsung mengincar pandangan buah dada yang indah itu. Sudah lebih kurang setengah jam kami mengitari etalase demi etalase, tibatiba dari posisi jongkok Mama Lina meraih tangan kiriku yang sedang berada disebelahnya. Sambil menggandul ditanganku Mama Lina berdiri dan merapatkan badannya disisi badan ku langsung meletakkan wajahnya di bahu kiri ku sambil bergumam


Mama pusing Ren.. Mama udah enggak kuat lagi Kemudian tangan kiri ku mengait pinggul Mama Lina setengah memeluk dan berkata,


Ya.. sudah Ma, kita pulang aja, kalau masih ada yang kurang belanjaannya bisa dibeli di warung dekat rumah aja Tanpa menunggu jawaban Mama Lina, sambil tetap merangkulnya tangan kanan ku meraih kereta dorong belanjaan dan berjalan menuju Kasir.


Selesai membayar semua belanjaan aku pun meminta petugas kasir untuk membantu membawakan barang ke Mobil, sementara aku berjalan didepan sambil merangkul Mama Lina. Yang kurasakan sekarang buah dada Mama Lina menempel di rusuk kiri ku, dan nafasnya yang wangi sangat terasa disisi pipi ku. Setibanya di Mobil aku pun membukakan pintu dan membimbing Mama Lina masuk ke Mobil, perlahan aku dudukan dan kurebahkan ke kursi yang berada disebelah supir, dan sambil kedua tangan ku menahan badan Mama Lina rebah, tersenggol lah kedua sisi buah dadanya oleh tangan ku, aduh alangkah kerasnya tuh buah dada.


Diperjalanan pulang kutanyakan apakah perlu diperiksa ke dokter, tapi Mama Lina mengatakan tidak perlu, karena dia hanya merasa pusing biasa, mungkin masuk angin. Aku pun menyetujui dan langsung mengarahkan mobil ke rumah Mama Lina. Kusempatkan memegang kening Mama Lina dengan tujuan memeriksa apakah badannya panas atau tidak. Kupalingkan pandangan ku sekali sekali kearah Mama Lina yang tiduran disamping.


Masih pusing Ma.., Tanyaku.


Sedikit .. jawabnya singkat.


Ntar juga sembuh Ma ..


Pembicaraan kami terhenti dan diam beberapa saat.Mobil aku parkir didepan rumah, dan dengan bergegas aku turun terus menghampiri sisi pintu kiri mobil untuk membukakan pintu bagi Mama Lina, pintu pun ku buka, kulihat Mama Lina terasa berat mengangkat badannya dari Jok Mobil.


Bantu Mama dong Ren., dasar tidak bertanggung jawab hardiknya manja.


Akupun langsung merangkul pinggulnya turun dari Mobil dan langsung memapah kedalam rumah. Setibanya didepan pintu masuk Mbok Atik pembantu Mama Lina membukakan pintu dan aku sambil membopong Mama Lina memerintahkan Mbok Atik untuk menurunkan barang serta menguncil kembali mobilnya.


Mama mau tiduran di Sofa atau dikamar?


Dikamar aja Rend Kami pun menuju kamar, dan aku langsung membaringkan Mama Lina terlentang di tempat tidur. Mama Lina pun berbaring sambil memegang kepalanya.


Rendy balur minyak kayu putih dulu ya.. perut Mama, setelah itu Rendy pijit kepala Mama Pintaku.


Mama Lina diam saja, dan aku mengartikan dia setuju, akupun langsung beranjak mengambil minyak kayu putih yang tersedia di tempat obat. Kuangkat sedikit baju kemeja bagian bawah Mama Lina sampai batas rusuk bawahnya, dan akupun membalurkan minyak kayu putih tadi, dengan lembut aku lakukan.


Ma Kancing celana Mama di lepas ya biar lega bernafas Aku tahu dia pasti tidak menjawab dan aku pun langsung melepas kancing celana nya.


Selesai aku membalur bagian perutnya dan tanpa meminta ijin aku membalur bagian dada atasnya, saat itu Mama lina kuperhatikan sedang memejamkan matanya sambil kedua tangannya memegangi kepala. Dan aku duduk diatas tempat tidur disisi kanan Mama Lina. Sesuai janji ku, selesai membalur akupun mulai memijit kepala Mama Lina, perlahan kutarik kedua tangannya kebawah, dan tanpa kusadari tangan kanannya jatuh diatas pangkal paha ku hampir mengenai punya ku.


Perlahan aku pijit dengan lembut kepalanya, dia pun menikmatinya, tibatiba aku teringat pemandangan yang indah sewaktu di supermarket tadi, dua gundukan daging yang menggairahkan, seketika itu juga pandangan ku berpindah ke dada Mama Lina, tapi sial yang terlihat hanya bagian atasnya, bajunya hanya terkuak sedikit pada saat aku membalurkan minyak kayu putih pada bagian dada tadi.


Ren . Jangan pulang dulu, temani Mama sampai enakan Aku terkejut dengan suara tadi dan akupun memalingkan muka ku kearah wajah Mama Lina, sambil mengangguk.


Pijitan ku terus pada kepala Mama Lina, dan Dia pun kembali memjamkan matanya.Terasa capek karena posisi ku memijit agak membungkuk, akupun pindah duduk di lantai karpet. Sekarang posisi memijit ku sambil duduk dilantai dengan kepala aku tidurkan ditempat tidur, pas berada disamping karena buah dada Mama Lina.Karena mungkin terlalu capek, akupun tertidur pulas, ada mungkin 15 menit, dan aku terbangun karena tekanan buah dada sebelah Kanan Mama Lina pada ubunubun kepala ku.


Kuangkat kepala ku, kudapatkan Mama Lina sedang tidur miring kekanan menghadap ku, dan tanpa kusadari sekarang pipi ku menempel langsung pada bagian atas buah dada kanan Mama Lina. Aku tidak berani bergerak, kudiamkan saja pipi ku menempel, tapi barang ku mulai bergerak mengeras. Ada lebih kurang satu menit aku terdiam pada posisi ini, dan tibatiba Mama Lina memindahkan tangan kirinya yang sedari tadi di atas paha nya ke bahu ku tepat dibawah leher, seolaholah memeluk ku. Gerakan Mama Lina tadi menyebakan bajunya yang terkuak nyangkut di dagu ku dan tertarik kebawah, sehingga makin terbuka lebar buah dada yang terbuka, dan kepala ku juga ikut terdorong kebawah dengan posisi tidur Mama Lina masih miring dan yang menyenangkan bagi ku ialah putting susu kanan yang kecil mungil tadi berada satu centimeter diujung bibir ku.


Aku heran dan gemeter, apakah ini sengaja dilakukan oleh Mama Lina, dan apakah dia benarbenar tidur sehingga tidak mengetahui keadaan ini. Sementara fikiran ku bertanyatanya tanpa kusadari lidah ku sudah mulai


 


menjilati pinggiran putting yang kecil mungil dan halus itu, terus aku jilati sepuas ku dan perlahan aku geser kepala ku sedikit agar lebih dekat dan dapat mengisap serta mengulumnya. Kini aku isap putting yang menggairahkan itu.


Mama lina masih memejamkan matanya, entah tidur atau tidak tapi aku sudah tidak perduli lagi dan perlahan aku buka satu lagi kancing baju atasnya, agar aku bisa lebih leluasa menjilati buah dada yang indah ini. Tibatiba ada gerakan pada kaki Mama Lina, dan dengan segera aku lepas kuluman bibir ku di putting Mama Lina dan aku ber purapura tidur, wah bener Mama Lina menggerakkan badannya dan berpindah posisi miring membelakangi ku.


Untuk beberapa saat aku terdiam sambil memperhatikan punggung Mama Lina, namun fikiran ku terus merayap mencari akal agar aku dapat menikmati buah dada yang montok tadi, maklum nafsu ku sudah mulai tidak bisa dibendung, untuk pulang kerumah menyalurkannya perlu waktu lagi, sementara disini sudah mulai dapat kesempatan, apalagi aku tahu Mama Lina sudah bertahuntahun tidak pernah di sentuh barang sakti, pasti vaginanya sudah mulai rapat dan ketat lagi.Akhirnya aku putuskan untuk memberanikan diri naik ketempat tidur dan berbaring disebelah Mama lina dengan posisi miring menghadap punggung Mama Lina.


Untuk beberapa saat aku merfikir memulainya dari mana, aku bingung, tapi akhirnya aku putuskan untuk memeluk Mama Lina dari belakang dengan melingkarkan tangan kanan ku ketengah dadanya. Perlahan ku tempelkan telapak tangan ku bagian atas buah dada kiri Mama Lina, wah. benjolannya masih keras, pelan ku gerakkan tangan ku turun ke bagian tengah buah dadanya, sekarang posisi tangan ku sedang mempermainkan putting buah dada Mama Lina sambil sebentar sebentar meremasnya.


Kurasakan badan Mama Lina bergerak dan akupun berhenti dalam permainan ku sejenak dalam posisi masih memeluk Mama Lina dan tangan ku masih berada diatas gundukan buah dada Mama Lina. Bersamaan akan aku mulai lagi permainan ku tadi, karena aku anggap Mama Lina sudah pulas lagi, ku dengar suara serak dan parau dari sebelah ku.


Ren dari tadi Mama tahu kalau Rendy mimik, dan sekarang pegangi susu Mama suara ini datangnya dari Mama Lina. Aku sangat terkejut dan kaku sekujur tubuh ku, takut dan bersalah.


Ma .. belum selesai aku berbicara tibatiba tangan ku yang berada diatas buah dada Mama Lina dipegangnya dan ia berkata


Tidak apaapa Ren., kalau kamu masih belum puas teruskan aja, asal kamu bisa memberi kesenangan pada Mama


Tanpa menunggu abaaba lagi dari Mama Lina, aku segera menarik badan Mama Lina sehingga pada posisi telentang, dan karena kancing bajunya sudah terbuka setengah maka terkuak lah buah dada yang aku remas remas tadi.


Rendy akan memberikan kepuasan yang telah lama hilang dari Mama malam ini selesai berkata demikian, aku langsung menerkam dan melumat bibir mungil yang dihadapan ku.


Permainan bibir berjalan sangat panjang, kami saling bertukar menghisap bibir atas dan bawah, saling mempermainkan lidah, bagaikan dua orang yang sudah lama tidak berciuman.Permainan bibir dan ciuman kuhentikan dan aku berkata lembut sambil memandangi mata Mama Lina yang sudah mulai layu.


Mama sudah puas ciuman Ma .. dia tersenyum dan mengangguk.


Sekarang Mama nikmati ya., Mama diam dan nikmatilah, Rendy akan memberikan kesenangan yang Mama minta


Perlahan aku pelorotkan badan ku yang ada diatas Mama Lina turun kebawah, sehingga muka ku persis diatas dada Mama Lina. Ku ciumi lembut leher kirinya dan perlahan berputar ke leher sebelah kanan, setelah puas dengan ciuman di leher, ciuman aku pindahkan kebagian atas dada Mama lina.


Pertama aku ciumi dan aku jilati gundukan kedua dadanya, dan bergeser kebagian tengah, kini aku kitari keliling gundukan buah dada yang kanan dan sekarang yang kiri. Perlahan ku rambatkan juluran lidah ku keatas puting susu kiri Mama lina dan kuisap sedikitsedikit sambil menggigit halus. Kuraskan kedua tangan Mama Lina mulai mendekap badan ku, dan kurasakan juga Mama Lina mulai menggerakgerakkan pinggulnya yang kutahu dia sedang mencari ganjalan agar menekan tepat dibibir vaginanya. Aku pindahkan lagi kuluman dan permainan bibir ku ke putting susu Mama Lina yang sebelah kanan, Mama lina makin bergerak agak cepat, dia mulai terangsang penuh.


Enak Ma.., ???Mama Senang .??..sambung ku lagi.


Ren . Mama senang, Mama Puas.., Kamu pinter, kamu lembut .anak manis, Mama sudah lama sekali tidak merasakan ini, Mama .mau kalau setiap ketemu Kamu cium dan mimik MamaRen , lagi nak ., jangan terlalu lama ngobrolnya, teruskan aja apa yang kamu mau lakukan, Mama pasti senang.


Cium lagi Ren .., Mimik lagi anak manja ..


Aku pun meneruskan permainan lidah ku di kedua susu yang mentul dan keras itu. Perlahan ciuman dan jilatan ku turun ebawah sambil aku melorotkan lagi badan ku, kini kaki ku sudah menyentuh lantai. Ku ciumi perlahan perut Mama lina terus kebawah sambil membuka resliting celana Mama lina.Sekarang posisi ciuman ku sudah berada dibagian bawah pusar Mama Lina, kirakira satu centi lagi diatas klitoris Mama lina. Situs Slot Online


Badannya mulai bergerak tidak menentu, pinggulnya naik turun seakan ingin segera ujung lidah ku menyentuh belahan yang sudah mulai membasah ini, sesekali kudengar suara desis dari bibir mungil Mama Lina dan nafas yang sudah mulai tidak menentu.


ahhkk. Hek .ehhhh, yaahhhh Ren


Perlahan kutarik dan lepaskan celana jean dan sekaligus celana dalam Mama lina, badan dan kakinya ikut dilenturkan agar mudah aku melepaskan celana yang menutupi vaginanya.Sekarang celananya sudah terlepas tidak ada lagi yang menutupi kulit mulus Mama Lina dari pusar kebawah, sementara kancing baju yang dipakainya sudah kubuka semua dan telah terbuka lebar.Aku terdiam sejenak dan memandangi tubuh mulus Mama Lina yang sedang telentang pasrah sambil memejamkan matanya. Kupandangi dari kedua buah dadanya sampai ketengah selangkangannya yang menjepit vagina yang ditumbuhi bulu halus dan pirang, Berulang kali aku pandangi, akhirnya aku terkejut oleh suara Mama Lina.


Anak manja .., apa sudah selesai kamu puaskan Mama, ..atau Mama cukup kamu pandangi saja seperti itu??


Tentu tidak Mama sayang , Mama akan mendapatkan kepuasan yang belum pernah Mama dapatkan sebelumnya,. ..tapi Rendy tidak akan menyianyiakan pemandangan yang langka ini, jadi Rendy puaspuaskan dulu memandangi Mama.


Ayo lah Ren., mama sudah tidak sabar lagi merasakan kepuasan yang kamu janjikan.., kamu bisa memandang Mama kapan saja dan dimana saja nanti, Mama pasti kasih asal kamu selesaikan dulu sekarang


Tanpa menjawab apaapa lagi aku pun berlutut diujung kakinya du tengah kedua kakinya. Perlahan aku elus dengan kedua tangan ku kedua kaki Mama Lina mulai dari bawah betisnya sampai kepangkal pahanya berulang kali naik turun sambil kedua ujung jari ku menyentuh sekalisekali bibir kiri dan kanan Vaginannya. Rangsangan mulai dirasakan Mama Lina, kaki dan pinggulnya mulai bergerak dan kejangkejang. Melihat hal itu aku langsung membungkuk dan menjilati sekeliling bibir Vagina Mama Lina.


Tercium aroma khas vagina yang terawat dan basah.., dan aku yakin kalau vaginan ini sudah bertahuntahun tidak disentuh benda keras, kelihatan rapat dan tidak berkerut seperti genjer ayam, satu keuntung besar aku dapatkan. Permainan lidah ku berlangsung semakit lincah dan sembari menggigit dan menghisap bagian klitoris yang benar sensitive itu.


Ren. Enak sekali Rennnn ., kamu benar , Mama belum pernah merasakan jilatan seperti ini sungguh sayang ., ahhhkkk Ren ..ahhhh ehhhhhhhlk kkk.. sambil bergumam Mama lina menarik rambut ku dengan kedua tangannya agar aku merapatkan dan menekan bibir ku kuat ke Vaginannya.


Jangan berhenti Ren .. , Mama puas., Mama ahhkk. Mam.., Mama menikmatinya Ren . Uhhh..


Kamu apain Ren, Tobat anakku.., ampun Mama ..ahkkkkk ahhhhhhh enak Ren,Aku tidak perdulikan ocehannya, terus aku jilati vaginanya yang semakin basah, kutahan pinggulnya dengan kedua belah tangan ku agar tidak menggangu permainan ku dengan rontakan nya.


Tiba tiba aku rasakan kepala ku diangkat keatas dan kulihat Mama Lina sudah duduk dihadapan ku, dengan cepat kedua tangan Mama Lina meraih ikat pinggang dan kancing celana ku, dan membuka resliting celnaa ku. Kurasakan darah ku mengalir cepat dan bulu roma ku berdiri pada saat tangan kanan Mama Lina menelusup masuk kedalam celanaku dan mengelus batang kemaluan ku.


Ku diamkan saja apa Maunya. Mama lina terus mengelus sembari meremas remasa kelamin ku. Dengan tidak sabar di pelorotinya celana ku, dan karena posisi kuberdiri dengan lutut diatas tempat tidur dihadapan Mama Lina, sehingga gerakan tanganya melorotkan celanaku dan celana dalam ku berhenti di lutut ku, tapi itu semua sudah cukup untuk membuat kemaluan ku tidak tertutup lagi


Ren .. besar sekali kamu punya di berkata sambil mengelusngelus batang dan kantong biji kemaluan ku.


Ren apa tidak sakit Ren ., Mama kan sudah lama tidak dimasuki


Tidak Ma.., Nanti Rendy akan pelan pelan dan Mama akan merasakan nya nikmat..


Dan ahhhhhk.., tersentak nafasku, Mama Lina sudah mengulunm ujung batang kemaluan ku, dihisapnya dan sambil memaju dan memundurkan kepalanya aku rasakan setengah batang kemaluan ku sudah masuk kerongga mulut Mama Lina. Aku biarkan dia menikmatinya sambil membuka baju ku, setelah itu, aku membuka baju Mama Lina yang sudah terlepas kancingnya tadi.


Sambil Mama Lina menikmati Batang kemaluanku, kedua tanganku juga meremasremas buah dadanya dan sekali mengelus punggungnya dan yang lainnya. Pokoknya hampir seluruh badannya aku elus. Ciuman Mama Lina di batang kemaluan ku berhenti dan kedua tangan ku diraihnya, dan ditariknya sambil Mama Lina merebahkan kembali Badan nya, maka badan ku pun tertarik merebah menimpa diatas badannya.


Mama sudah tidak sabar lagi kepengen meraskan batang milik anak Mama yang besar itu Ren ..


Iya Sayang . Sambut ku sambil menyambar bibir mungil Mama Lina.


Sembari mencium, pinggulku ku gerakgerakan untuk mengarahkan Batang sakti ku masuk ke mulut Vagina Mama Lina yang sudah sempit lagi itu. Kurasakan Batang ku sudah menempel di Vaginanya, dan aku rasakan Mama lina mengangkat pinggulnya untuk menekan rapat kebatang kemaluanku.Kuangkat pantat ku dan pelan kuarahkan ujung batang kemaluan ku tepat di tengah lubang yang basah ini, kutekan pelanpelan dan ahkkkk tersentak badan Mama Lina.


Sakit Ma ??, Tanya ku dan Mama Lina tidak menjawab dia hanya mendesih. Ehhhhhhh. Aku terus menekan sedikit demi sedikit, masuk sudah setengah kepala batang kemaluan ku..Kutekan terus dan sekarang seluruh kepala kemaluan ku sudah masuk di lobang nikmat ini Kutekan terus per lahan dan pelan dan masuk lah setengah Batang ku tapi Mama Lina berteriak..


Aduhhhhhh ahhkkkAku hentikan gerakan menekan ku dan akubertanya :


Sakit Ma,??Dia mengangguk tapi kedua tangannya memegang pinggul ku seakan tidak membolehkan aku mencabut batang ku dari vaginanya.


Aku berfikir, baru setengah sudah sakit dan terasa terjepit. Memang Batang ku cukup besar diatas normal sementara Mama Lina tipikal tubuh badan pribumi yang mungil dan memiliki barang yang sempit, aku jadi penasaran dan ingin merasakan nikmatnya kalau seluruh batang ku masuk. Perlahan kugerakan lagi pantatku menekan kedalam, lembut sekali dan sangat perlahan.


Ehh ahhh, Ren. Ahhhhh. Iya ehhhh ahh . Ren .., itu lah suara yang keluar dari mulut Mama Lina seiring gerakan ku naik turun yang menyebabkan barang ku keluar masuk.


Sedikit sedikit gerakan menekan kedalam aku tambah sehingga batang ku yang masuk semakin dalam. Aku rasakan diujung batang ku seperti di hisaphisap, alangkah nikmatnya, aku hampir tidak tahan. Aku perkirakan semua batang ku sudah ambles kedalam karena terasa hangat dan nikmat. Dengan lembut aku rapatkan selangkangan ku sambil kedua tangan ku menguak dan mengangkat kedua kaki Mama Lina. Ku tekan rapatrapat dan ku gerakkan memutar pinggul ku dengan pahaku menempel rapat dan semua batang ku telah masuk.


Ren .. nikmat sekali ren, sudah lama sekali Mama tidak merasakan seperti ini, kamu pandai bermain seks Nak Mama bisa ketagihan Ren.Aku terus memutar pinggul ku dan menciumi lehernya sambil merapatkan badan ku.


Mama bisa minta kapan saja .., Mama tinggal telepon dan Rendy pasti melayani Mama


Ma .. punya Mama masih enak, rapat dan menghisap ., Rendy menikmatinya Ma..


Ahhhkk Ren ., goyang ehhhhh, goyangnya lebih cepat sayang .., Mama kayaknya mau dapat


ahhkkkk Ren ,,,, ya. Uhhhh hekkk .. RenAku hentikan sejenak goyangan ku dan kuperbaiki posisi ku dengan sedikit menarik dengkul ku agak menekuk agar pada saat dapat nanti aku bisa leluasa mengankat dan menekan pantat ku dengan leluasa.


Jangan berhenti sayang ..


tenang Ma. Kita dapatnya bareng, pada saat dapat nanti Rendy akan keluar masuk kan punya Rendy biar Mama lebih nikmat lagi. Kalau dapat Mama bilang Ya.. aku sudah mulai menggoyang pinggul ku dengan merapatkan panggkal paha ku. Agen Judi Online


Ma. Sekarang nikmati, pejam kan mata Mama . Ku goyangkan terus berputar pinggul ku makin lama makin cepat. Cerita Dewasa | Cerita Panas | Cerita 17 Tahun


Ren . Ahhhh, terus Ren., Terus Sayang,.. auuu ahh., ya. Ren.Ya


Uh ahhhh, eeeenak,,,, sekali anak ku.., kamu. Ahhhhh, goyang tekan,,,,,, Semakin mengejang seluruh badan Mama Lina dan goyangan ku semakin cepat berputar.


Ren ahhhh, Ren . Reennnn , Mam .. ahhhh, ahhhh .., Ren . Dah., Mama mau .., Mama keluar anakku.. Mendengar perkataan itu aku pun mempercepat goyang ku.Ren. Enak Ren,,,,,,, terus Rennn aku tekan dan aku goyang terus, sambil aku menahan agar aku tidak keluar. Sengaja aku lakukan agar Mama Lina puas dulu baru aku keluar.


Dapat yang panjang . Ma,.. Ah,.. yang lama Ma . Puaskan Ma


Mama puas Ren,,,,,. Terus Ren,,,,,,,. Ahhhhh, ahh huhhhh. Kamu dapat juga sayang .


Aku hentikan goyangan ku dan dengan segera aku ganti dengan gerakan naik turun.


Au . Ahh Ren ,,,,, , ya. Ren yang kayak gini makin nikmat Sayang..


Puas. Puas. Aduhh enak sekali. Ahhhhhh, yam,,,yahhhhhhh terus Ren . Gerakan naik turun ku semakin cepat dan batang ku terasa semakin keras nafas ku semakin tidak teratur.


Ma ahhhh, Ma.., ya.. Mama Sayangg , enak sekali Ma., Punya Mama kering , auuu Aduhhhh


Ahhhhh, Mam. Rendy mau dapat Ma.


Dapat lah Sayang . Dapatlah., semburkan semua Mama sudah puas sekali.


Ayo . Ayo ManjaAkupercepat gerakan ku sehingga bunyi yang terdengar semakin berdecak, agak kutegakkan badan ku mengambil posisi siap untuk menembakkan cairan dari Batang ku.


Rendy dapat Ma ., Keluar ahhhhhh Ma,,,,,,,.


Re. Mama juga rasakan sayang., hou. Keras sekali sayang,,,,,,,, terus Nak, puaskan manja.


Semburan mani ku banyak sekali dan berulang ulang, tidak tahu berapa kali, dan gerakkan ku makin pelan dan akhirnya tubuh ku lunglai menimpa tubuh kecil Mama Lina.Aku masih terkulai diatas Mama lina sementara batangku belum kucabut dan masih kurasakan denyutandenyut liang vagina Mama lina.


Perlahan aku jatuh kesamping kanan Mama Lina yang sedang terbaring lunglai juga, aku masih memejamkan mata ku sambil menikmati permainan yang baru saja selesai. Mama Lina memiringkan badannya menghadapku dan tangan kirinya melingkari dada ku, dan menciumi pipi ku.


Mama puas sekali Ren, Terima kasih Na,dia terus menciumi pipi ku dan aku melirik sambil tersenyum. Kulihat dia sedang menyibak selangkangannya dengan tissue yang ada di meja samping tempat tidur, dan setelah selesai Mama lina bangkit duduk mengelap batang ku.

Cerita Sex Mama Lina Nama ku Rendi

Cerita Sex Panas Seorang Istri Selingku, Hampir 2 tahun sudah aku menikahi Vani, istriku yang cantik jelita. Waktu kuliah dulu kami sudah pacaran. Vani adalah bunga kampus yang diperebutkan banyak lelaki. Aku beruntung bisa mendapatkannya dan menikahinya kini. Rambut sepundak, kulit putih dan ukuran bra 36B cukuplah membuatku ereksi tiap kali melihatnya hingga kini.


Tapi 2 bulan terakhir perasaanku terganggu. Vani mulai sering pulang lebih malam dari biasanya dan hampir tiap minggu ia alasan ke luar kota. Di rumah ia lebih sibuk dengan BBnya daripada ngobrol denganku suaminya.

Suatu ketika ia sedang bekerja dengan laptopnya di rumah. Saat ia sedang ke kamar kecil, aku mencuri kesempatan. aku buka file komputernya. Ternyata Vani sedang chatting dengan seorang pria dan obrolannya sangat mesra. Aku membacanya terburu-buru, perasaanku tak karuan. Dan menjadi semakin prah ketika aku membaca obrolannya seperti ini: “thanx ya cantik, kemarin di Bandung enak banget deh. Jadi pingin cek in lagi sama kamu”.


Ah gila ternyata Vani selingkuh! Aku berusaha menahan diri dan bersikap seolah tak tahu apa-apa sambil berpikir apa yang harus kulakukan. Esoknya tiba-tiba terbesit sebuah rencana gila. Aku tak ingin terjadi pertengkaran apalagi melabrak laki-laki itu. Tak ada gunanya! Aku cuma ingin beri pelajaran buat istriku. Slot Online Indonesia


Aku segera mengontak beberapa kawan-kawan lamaku dulu. Joko, Doni, Robi, Boncel. Kami dulu doyan sekali pesta seks semasa kuliah. Dan kini aku akan kontak mereka lagi untuk rencanaku memberi pelajaran buat istriku yang selingkuh. Sebuah rencana untuk memperkosa istriku bergiliran!


Rencananya: aku akan ngajak istriku Vani untuk cek in di sebuah hotel. lalu aku akan berpura-pura keluar untuk beli rokok. 15 menit kemudian kawan-kawanku akan masuk kamarku dan kemudian segera menggarap istirku.


Seusai rencana, pada hari Sabtu aku berhasil ngajak Vani cek in sebuah hotel di Jakarta Utara. “Sekali-kali bulan madu lagi dong sayang” kataku genit. Vani rupanya menyambut gembira ide ini. aku cek in sekitar jam 14.00 dan bermesraan sebentar dengannya.


1 jam kemudian rencana mulai dijalankan. Joko dan lainnya sudah menunggu di lobby. Aku ijin untuk keluar beli rokok. Kebetulan di hotel ini pintu kamarnya tak dilengkapi dengan ubang pengintip. Jadi kalao ada tamu yang ketok pintu, Vani tak bisa melihat siapa di luar.


Aku keluar dengan alasan beli rokok. Sedangkan Vani aku suruh untuk berpakaian seksi. “kamu jangan pake baju ya sayang. Pake BH dan CD aja ato pake lingerie tapi jangan pake daleman. Biar seksi. Ntar papah balik kita langsung main” pintaku. Vani tersenyum genit seraya setuju dengan usulku.


Aku turun ke lobby dan melakukan brifing terakhir dengan Joko, Doni, Roby dan Boncel. Mereka sudah menyiapkan sebuah lap dan obat bius. Rencananya nanti mereka akan mengetok pintu kamarku. Vani pasti mengira itu aku. Ia sudah kusuruh mengenakan baju seksi. Dan saat buka pintu, Joko cs akan langsung menyrebu masuk dan membekap Vani dengan obat bius kemudian menggarapnya.


Tok tok tok… pintu diketuk dan tak lama kemudian dibuka pelan. Vani agak ngumpet di balik pintu karena ia cuma memakai tanktop dan CD. Boncel langsung nerobos masuk dan secepat kilat membungkam Vani dengan obat biusnya. Belum sempat istriku teriak, ia sudah keburu teler.


Ke 4 pria itu segera menjalankan tugasnya. Mereka membawa Vani duduk di kursi dan mengikat kedua tangannya setelah sebelumnya melepas tanktopnya. Setelah itu Joko memberikan obat penawar bius yang diolesi di depan hidung Vani. Sekejap Vani terbangun dan kaget menyadari dirinya sedang terikat tanpa baju dikelilingi 4 bertopeng.


Sebelum sempat teriak, Boncel sudah mengeluarkan pisau duluan dan mengancam istriku, “heh kamu jangan teriak, ato kami akan bunuh kamu sekarang juga. Jadi jangan macam2” bentaknya. Vani yang ketakutan setengah mati langsung menurut. “Pokoknya lo nikmatin aja, layanin kita2 sampe puas dan jangan teriak ato lapor siapa2, kecuali lu mau mati sekarang” timpal Doni. Joko kemudian menutup mata Vani dengan kain. Istriku kini dalam kondisi duduk terikat tangannya dan matanya ditutup.


Kini giliranku masuk kamar. Ah gila! Istriku hanya memakai CD yang sudah turun sedengkul dan tanpa BH. Rancana tahap awal berhasil! Matanya tertutup rapat dan ia tampak ketakutan. Ini sebuah pemandangan yang menggairahkan. Ke 4 kawanku sekarang sudah mulai buka celana dan terlihat kontol2 mereka sudah mulai mengacung keras. Ah permainan segera dimulai!


Joko, Doni, Roby, Boncel mengelilinginya. “heh dengerin ya manis, kalo kamu diem dan nurut kita juga nggak akan nyakitin kamu. Jadi kamu turutin aja apa yang kita mau” ancam Boncel yang memang kutunjuk jadi ketua geng perkosaan ini. Vani didudukan di kursi yang menghadap ke kasur. Joko memulai aksinya dengan meremas-remas dada Vani dari belakang sambil menciumi pipinya. Aku dengan leluasa merekam dan memotret semua adegan ini.


“oooohhh..jangaaan, ampuuuuun” Vani memelas. Tapi sesuai arahan dariku, Boncel mulai membentak “heh lo mau mati disini? Ni golok udah tinggal sabet aja ke leher lo.. udah lu diem aja!” bentaknya. Vani kemudian terdiam. Joko melanjutkan aksinya menggerayangi tubuh istriku. Tiba-tiba Joko menarik CD Vani dengan kencang. Vani kini bugil sepenuhnya sambil duduk terikat tak berdaya.


Aku tahu Vani mulai sangat ketakutan. Tapi justru itu yang membuatku makin terangsang. Aku ingin lihat ia disiksa secara seksual, bergiliran hingga lemas. Aku ingin lihat ia disetubuhi tanpa henti semalaman, diikat tangannya, kakinya, disodok memeknya dengan banyak pen|s dan dilumuri wajah dan tubuhnya dengan sperma. Aku ingin lihat Vani dientot bergilir.


Doni kini membuka celananya dan terlihat kontolnya yang sudah ngaceng dengan urat-urat di sekelilingnya. Ia berdiri di depan Vani. “ayo manis, isep nih” katanya sambil menjambak rambut Vani dan menekan kepalanya ke pen|s yang sudah keras itu.


“mmmmmmmmppfffffff….” Karna takut, Vani hanya menurut saja dan kini ia sedang menyepong jalantol Doni. Aku memotret adegan itu dengan kontolku yang ngaceng juga. Doni menjambak dan menahan kepala istriku sambil menyodok-nyodok mulut Vani dengan kontolnya. Aahhh…nafsuin sekali!


5 menit kemudian Doni membenamkan kepala Vani ke kontolnya dan crrooot..crooott.. Doni menyemburkan spermanya ke mulut istriku. Vani terbatuk batuk dengan mulut belepotan peju. Aku merekamnya dengan video di hapeku. Kemudian Joko, Roby dan Boncel juga melakukan hal yang sama. Mereka menggilir mulut Vani dan memuntahkan peju di mulutnya.


Lebih 30 menti istriku disuruh giliran mengoral 4 pria itu dan kini mereka melepaskan tali ikatannya. Aku kembali ngumpet di kamar mandi karena mereka akan membuka tutup mata Vani. Ke 4 pria itu kini kembali memakai masker di wajah agar tak dikenali.


Mereka menarik Vani ke ranjang dan menelentangkan tubuhnya yang telanjang bulat. Joko kembali mengikat tangan Vani ke dua ujung ranjang dan kakinya. Vani kini terlentang terikat membentuk huruf X. joko sengaja menarik kencang ikatannya agar Vani tak bisa berkutik. Ke 4 pria itu mulai menegrubuti istriku.


Boncel mulai menciumi wajah Vani sementara tangannya memilin puting susunya. Sementara Roby dan Doni menciumi dan menjilati paha Vani sambil mengelus2 paha dan betisnya. Doni menciumi perut Vani sambil jemarinya menyusup ke bibir vag|na dan memainkan klitoris istriku. Vani kini terlihat meronta-ronta tapi tak bisa berkutik karena terikat. Sesekali ia teriak, entah menahan sakit atau menahan nikmat. Yang jelas ia kini sedang dekurubuti oleh 4 pria haus seks.


“toloooong..jangan perkosa saya” Vani berkali-kali memohon. Tapi keempat pria itu semakin brutal memainkan tubuh istriku. Doni kini bahkan sedang membuka lebar memek istriku. “wah memek lu lebar banget..lu sering dientot ya?” kata Doni sambil tertawa.


Boncel asik meremas dan menggigit puting susu Vani dengan ganas. “toket lu mantep banget nih, kalo diestrum pasti bakal asik” katanya.

Hampir 15 menit adegan itu berlangsung, Joko kini mengambil posisi di depan istriku. “ayo manis kita ngentot sekarang,” katanya. Joko memasukkan kontolnya ke liang vag|na istriku. “aaahhhhhhhhhhhh… sakiiiiiiit…..” rintih Vani. Tapi Joko tak peduli. Rintihan itu justru menambah nafsunya. Pantatnya mulai digenjot, kontolnya mulai memompa memek istriku. Makin lama makin cepat. Aku melihat Vani hanya bisa meringis dan kadang membuka mulutnya dan kemudian dikulum oleh mulut Joko. Setelah dientot hampir 30 menit, akhirnya Joko memuntahkan spermanya di atas perut istriku.


Ke 3 pria lain segera memperlakukan hal yang sama pada Vani. Ia digilir habis2an dan disemprot sperma. Doni menyemprotkan spermanya di wajah istriku dan setelah itu menyuruh istriku untuk membersihkan kontolnya dengan mulutnya.


“ayo isep ni sampe bersih” kata Doni.


Vani kini dilepas ikatannya dan disuruh berlutut di lantai depan kasur dalam keadaan bugil dan lemas. Aku mengikuti adegan ini dengan mengintip melalui pintu kamar mandi yang kubuka sedikit. Kuatir kalau-kalau tutup matanya terlepas. Vani masih lemas tapi Doni dan Roby menyeretnya. Adegan itu membuatku makin terangsang. Istriku yang bugil tak berdaya diseret-seret di lantai. Kebetulan kamar hotel cukup luas karena aku memesan kamar suite. Ia kemudian disuruh nungging. Aku bisa melihat Vani mulai panik wajahnya.


“nah kita mau rasain nikmatnya pantat lo” kata Joko


2 tahun kami menikah Vani memang tak mau melakukan anal. Kali ini aku akan menyaksikan bagaimana penis2 kawanku ini menjebol anus istriku satu persatu dan tentunya aku juga mendapat giliran.


“buka pantat lo cepetaaan” bentak Roby. Vani kemudian memegang kedua belah pantatnya sambil menariknya hingga lubang anusnya kini makin jelas terlihat. 4 lelaki itu kemudian tertawa keras. Aku bisa melihat Vani mulai ketakutan tapi aku semakin terangsang jadinya. Lalu Boncel membalurkan V Gel di dubur istriku, cukup banyak tampaknya. Mungkin karena kontol2 besar mereka akan menembus anus istriku jadi dibutuhkan banyak pelumas. Situs Slot Online Indonesia


Joko kemudian meraih kedua tangan Vani dan mengikatnya seperti seekor bebek. “Nikmatin aja ya sayaang.. kita mau ngerasain pantat seksi lo!” kata Joko. Vani semakin ketakutan dan lemas. Tak apalah! Aku ngaceng abis melihatnya.


Dimulai dengan Roby, pemuda Flores yang kekar dan punya pen|s paling besar ini mulai menggesek2an kontolnya pada lubang anus istriku. Dan pelan2 jalantol gede itu mulai menerobos anus Vani. Terdengarlah teriakan panjang yang sangat seksi. Wajah Vani menahan sakit luar biasa, mulutnya menganga dengan wajahnya ke atas. Ia menahan sakit dan sekaligus nikmat.


Roby terus menggenjot kontolnya di anus Vani sambil meremas toketnya dari belakang. Doni yang tak tahan lagi, mengambil posisi di depan istriku dan menjambak rambutnya. “isep ni jalantol sampe keluar ya” bentak Doni. Dan setelah Roby ngecrot, Doni mengambil posisi nyodok anus Vani, Joko kini yang giliran minta disepong. Begitu seterusnya bergiliran hingga istriku nyaris pingsan.


Doni kemudian melepas ikatan tangannya. Ia dibiarkan terbaring di lantai dengan peju yang belepotan di pantat dan mulutnya. Aku semakin ngaceng melihat adegan ini sambel merekamnya dengan video.


“sekarang lu gua kasih pilihan. Kalo elu lapor polisi, kita udah tau alamat lu dan kita siap culik elu kapan aja. dan elu pasti bakal malu kan kalo ketauan dapet aib kayak gini? Udahlah mending lu diem aja, anggep aja ini semua nggak terjadi dan kita nggak bakal ganggu lo lagi. Gimana?” kata Boncel.


Vani hanya diam saja tak berdaya. “ampuuuunn..” katanya lirih. Joko kemudian memerintahkan untuk membawa Vani ke kamar mandi. “ayo sekarang lu mandi dulu” kata Joko. Istriku diseret ke kamar mandi dan dimandikan oleh Doni, Joko dan Robi. Sementara aku dan Boncel menyiapkan siksaan berikutnya: sebuah alat setrum.


Cukup lama mereka memandikan Vani. Ternyata Vani sedang diikat tangannya ke atas shower sambil tubuhnya dilumuri sabun dan dikobel memeknya. “ayo manis sini dimandiin juga dalemnya” kata Joko sambil mengorek vag|na istriku.


Selsai dimandikan, mata Vani kembali ditutup dan diseret ke kasur. Boncel kembali mengikat tangan dan kaki Vani membentuk huruf X. namun kali ini kaki Vani dibuka lebih lebar. Bahkan memeknya kini terlihat lebih menganga lebar. Doni kemudian mengambil kabel2 dengan jepitan di ujungnya. Ia kemudian menjepit puting susu Vani dan sebagian lagi dijepitkan di bagian klitoris.


“nah sekarang kita main main dikit, nggak sakit kok manis” kata Joko.

“tadi enak nggak dientot rame-rame?” tanya Boncel. Vani hanya diam saja tak menjawab. Dan kemudian bbzzzzzzzzzzztttt… aliran listrik mengalir ke sekujur pentil dan klitorisnya.


“aaaaaaaawwwwwhhhh…” Vani teriak sambil meringis dan menaikkan pantatnya. Toket dan memeknya disterum!

“jawab.. enak nggak tadi dientot?” bentak Boncel.

“mmmm….iyaaaa…enaak” jawab Vani lirih dan disambut tawa kami.

“ngemut jalantol gue enak nggak?” timpal Doni dan Vani hanya bisa menjawab pelan “iyaaa…enak bang” dan kemudian aliran listrik kembali menyengatnya.


Siksaan ini terus berlangsung hingga Vani akhirnya lemas dan nyaris pingsan. Tapi aku belum puas. Sebagai penutup, aku menyuruh mereka untuk kembali memperkosa Vani bergiliran.


Pukul 23.00, semuanya selesai dan kami meninggalkan kamar. Aku juga ikut keluar dan 15 menit kemudian aku masuk kembali dengan scenario cerita yang sudah kami rancang. Pintu kamar kuketuk dan agak lama baru dibuka. Kulihat Vani dengan wajah kucel, matanya sembab. Aku pura2 bertanya, “ada apa sayang? Kamu nangis ya? Maaf papah lama beli rokoknya. Tadi papah dicopet tapi copetnya ketangkep trus papah harus ke polisi buat laporan. Hape papah lobat jadi nggak bisa telpon”. Vani diam saja dan hanya menjawab “aku..tiba2 nggak enak badan. Aku istriahat aja ya malem ini?”


Akupun mengiyakan dan berlagak bodoh…sambil tersenyum kecil. itu hukuman kecil karna kamu selingkuh di belakangku.

Cerita Sex Panas Seorang Istri Selingku

Cerita Sex Panas Obat Perangsang Untuk Sepupuku, Pada pagi yang indah dan cerah itu, aku sedang lewat depan kamar Anggun adik sepupuku, Anggun adik sepupu tepatnya Anak dari tanteku, kira-kira sudah ikut denganku sejak 1 tahun yan lalu. Dia bekerja sebagai Teller Bank BCA di Jakarta. Ketika itu kulihat pintu kamar Anggun sedikit terbuka, ketika itu tiba-tiba timbul keinginan di benakku untuk mengintip Anggun. Dari sela pintu itu kulihat Anggun masih tertidur pulas.


Anggun yang masih tertidur pulas saat itu hanya mengenakan daster tidur yang berbahan tipis dan sexy. Sungguh benar-benar cantik sekali dia, batinku sembari menatap wajahnya yang putih bersih. Pelan-pelan, aku Masuk ke dalam kamar sambil melangkah sangat pelan, dan sebelumnya sepatuku telah kubuka terlebih dahulu agar tidak terdengar suara langkah kakiku karena sepatu.

Setelah masuk didlam kamar Anggun, kupandangi wajah cantik dan juga seluruh tubuhnya yang saat itu tertidur dengan posisi terlentang. Saat aku sedang asik meandanginya tiba-tiba Anggun menggeliat kesamping kiri, kaki kanannya agak menekuk hingga celana dalamnya terlihat jelas olehku. Dengan seksama sambil menahan nafas ku pandangi seluruh sudut celana dalam Anggun.


Garis Vaginanya membayang jelas dibalik celana dalam yang tipis itu, biraku tiba-tiba memanas. Secara pelan tapi pasti Penisku-pun mulai tegang tegak berdiri, hingga celana kerja ku terasa sesak. Ditambah lagi aku melihat, dari pinggiran celana dalam Anggun, saat itu kuperhatikan rambut kemaluanyanya sedikit keluar dari celana dalamnya yang mini dan tipis itu.


Entah setan apa yag merasukiku, dengan spontan secara perlahan aku meraba pahanya yang mulus sekali. Ditengah asiknya aku yang sedang meraba pahanya, tiba-tiba Anggun terbangun, dan dia kaget melihat aku berada dikamarya,

“ Hah, Abang lagi ngapain dikamar Anggun ? ” tanyanya bingung.


Lalu dengan sedikit gugup aku menarik tanganku dari paha Anggun, “ Eeee… Abang, Cuma mau ngebangunin …kamu kog Nggun, ntar kamu kesiangan ketempat kerja ”, Kataku gugup.


“ Oh begitu ya Bang… makasih ya Bang udah bangunin Anggun ”, ucap Anggun sembari duduk dipinggiran tempat tidur.

“ Iya Anggun, yaudah buruan bangun terus berangkat kerja gih !! ”, kataku sembari keluar dari kamar Anggun dengan jantung masih berdetak cepat.


Setelah keluar dari kamar Anggun, aku menuju ruang makan lalu aku menyeduh secangkir kopi. Saat itu pikiranku m asih melayang karenamembayangkan hal yang kulakukan pada Anggun tadi. Ditengah fantasiku yang sedang asik, tiba-tiba,

“ Bang… kog Abang senyum-senyum sendiri sih ”, tanya Anggun dengan tiba-tiba dan melintas didepanku.

“ Ah… nggak papa kog Nggun ”, jawab singkatku pada Anggun.


“ Kirain kenpa bang, hhe… Oh iya Abang mau aku masakin buat sarapan nggak ??? tanya Anggun padaku.

“ Nggak usah Nggun, Abang soalnya sebentar lagi berangkat kerja Nggun ”, kataku sembari melirik Anggun yang sedang membuat jus jambu kesukaannya.


“ Oh gitu ya Bang, yaudah deh ”, jawabnya singkat. Selalu gelas nya diletakkan diseberang posisiku duduk.

Lalu ia bergegas kekamar mandi. Seketika timbul fikiran kotor diotakku, didalam bungkus marlboro aku masih kusimpan 1 butir inex sisa semalam. Inex itu aku remas sampai hancur lalu kumasukan ke dalam Jus Anggun tadi, setelah itu aku aduk sampai larut didalam jus itu. Setelah itu aku berjinjit ke dalam gudang di samping kamar mandi. Situs Slot Online Terpercaya


Didalam ruang gelap dan berdebu itu terdapat lubang yang cukup untuk aku mengintip Anggun yang sedang mandi. Dari sela-sela lubang kulihat Anggun tengah membasahi tubuhnya, posisinya membelakangi lubang intipku, jadi aku hanya melihat punggung dan bongkahan montok pantatnya. Mataku tak berkedip saat tubuh putih nan montok itu menghadap lubang intipku.


Sembari mengintip Anggun, aku menahan nafasku yang mulai memburu, lalu Penisku mulai ku pegang dan kukocok. Kulihat Vaginanya yang ditumbuhi dengan bulu halus yang lebat namun rapih. Dalam batinku berkata apapun caranya aku harus bisa menikmati Vagina Anggun ini. Tak terasa Anggun aku mengintip Anggun sudah setengah jam.


Sementara itu aku hanya puas secara mata saja tanpa bisa menyentuhnya. Setelah itu Anggun-pun selesai mandi, dan mulai mengambil handuknya. Sementara Anggun mengeringkan tubuhnya dengan handuk, aku segera bergegas keluar dari gudang dan kembali duduk di ruang makan. Tak lama setelah itu, Anggun-pun melintas dan aku melirik tubuhnya yang hanya terlilit handuk saja.


Sembari melirik akupun berbasa-basi pada Anggun,

“ Nggun… Jam segini udah mendung aja nih, kayaknya hari ini bakal turun hujan lagi deh, Nggun ”, kataku.

“ Iya nih Bang. Oh iya Bang, nanti aku ikut motor abang sampai halte depan ya Bang ”, pinta Anggun padaku.

“ Okey Nggun ”, jawabku singkat.


Kemudian Anggun segera masuk kedalam kamarnya, tidak lama kemudian Anggun-pun sudah keluar dengan seragamnya,

“ Wah… kamu terlihat cantik sekali Ya Nggun kalau kamu pakai seragam itu”, pujiku kepda Anggun.

“ Ah Abang bisa aja Deh, hhe…”, balas Anggun malu-malu sembari mengambil gelas Jusnya yang tadi sudah bercampur dengan Inex.


Tanpa ragu Anggun-pun meminumnya sampai habis tanpa ada rasa curiga sedikitpuun.

“ Kena lu sama Gue ” ucap dalam hatiku.


“ Ayo Nggun berangkat, nanti keburu hujan lagi ”, ajakku.

Setelah aku mengunNggun pintu rumah, aku segera starter motorku, Anggun-pun lalu duduk membonceng dengan memegang pundakku. Saat itu kira-kira kami baru berjalan selama 10 menit, tiba-tiba dia menegeluh sambil menyandarkan kepalanya di punggungku,


“ Aduh Bang, kok kepala Anggun pusing gini ya Bang ”, keluh Anggun. Saat itu juga, aku segera mengentikan motorku,

“ Wah… kog tiba-tiba kamu pusing, yauda kamu Abang antar pulang aja yah ??? ucapku pura-pura perduli kepada Anggun.

Ketika itu Anggun tampak gelisah, dan bibirnya yang sensual tampak mulai digigit-gigit sengan pelan,


“ Nggk tau nih Bang, yaudah Anggun anteri pulang aja deh Bang ”, jawabnya.

Dengan cepat, kuputar motorku kembali menuju ke arah rumah. Sesampainya dirumah ketika di akan turun dari motor, dia sudah tampak lemas tak berdaya layaknya orang sedang On. Tanpa banyak tanya, Anggun segera ku papah masuk kedalam kamarnya, dan kurebahkan dia di tempat tidur,


“ Aduhh Bang ”, ucap-nya pelan.

Setelah itu tiba-tiba matanya menatapku sayu, sembari dia terus menggigit-gigit bibirnya. Saat itu kedua kakinya masih menggantung di bawah kasur, jadi posisi-nya Anggun mengangkang. Karena Posisi Anggun seperti itu maka celana dalam Anggun saat itu terlihat jelas di mataku. Nampak begitu jelas Vaginanya yang menggembung dari balik celana dalamnya itu.


Karena adik sepupuku yang montok dan cantik ini sudah terkena pengaruh inex yang ku berikan tadi, maka aku memberanikan diri untuk mencoba melepas celanaku,


“ Bang… Abang mau ngapain melepas celana ? ” ucapnya dengan setengah sadar karena pengaruh Inex tadi.

Lalu setelah celana dan celana dalamku terlepas, nampaklah batang Penisku yang sudah tegak dan besar maksimal itu. Lalu tangan kiriku yang sedang memegang Penis, lalu kuarahkan kepada Anggun,

“ Bang… badan Anggun panas dingin Bang ”, ucapnya berbisik.


Ketika itu aku hanya tersenyum, tangan kananku kemudian meraih tangan Anggun, lalu tangan kirinya Anggun kuarahkan ke Penisku, hingga dia menggenggam batang Penisku. Semula Anggun hanya menggenggam Penisku saja, tapi kemudian dia mulai mengelus dan mengocok-kocok Penisku yang sudah tegak menantang itu,


“ Ouwhhh… terus Anggun… yahh… terus Anggun sayang… ”, kataku sedikit berbisik.

Lalu tanganku langsung melucuti pakaian kerjanya hingga pakaian atasnya terbuka semua termasuk Bra Anggun yang berenda itu. Alamakkk… seksi sekali Anggun ini, gumamku pelan. Payudara Anggun yang membusung dengan puting yang mengeras mancung, nafas Anggun yangsemakin memburu deras-pun mengiringinya.


“ Ouhhhh… Bang… Aghhhh…. ”, gumamnya sambil terus mengelus dan mengocok batang Penisku yang besar dan keras.

Seluruh sudut batang Penisku di dielus dan di reBangnya lembut, termasuk sekeliling biji pelerku dan bulu-bulu jembutnya. Perlahan-lahan kudekatkan wajah ku ke payudaranya yang membusung. Lalu kukecup ringan payudaranya,

“ Ahhhh… Ughhh…. Bang… geliii bang… Sss… Ahhh…” desah Anggun lirih.


Anggun mendesah disaat mulutku mengulum putingnya dengan penuh gairah. Lalu mulai kujamah seluruh permukaan payudara Anggun yang besar, montok dan putih itu. sembari terusku hisap di payudaranya, sesekali kutarik pelan pake gigi. Tanganku bergerak cepat melepaskan rok mini kerjanya, dan celana dalam-nya yang mini serta tipis itu.


Hal itu membuat lutut Anggun dirapatkan, karena menahan gerakan tanganku yang menarik lepas celana dalamnya. Ketika sudah berada di atas lututnya,


“ Kenapa Anggun sayang ? ” tanyaku.

Saat itu dia tidak menjawab, melainkan hanya menatapku dengan mata sayu-nya, Kemudian dia membuka lebar-lebar kakinya, hingga celana dalamnya bisa kulucuti dengan mudahnya. Begitu celana dalamnya kulucuti segera kulihat Vaginanya yang merangsang dihiasi bulu jembut yang Masih jarang namun terlihat ditata dengan rapih.

“ Indah sekali Vaginamu ini Nggun ”, kataku berbisik di telinga kanannya.


Tanpa menjawab, Anggun hanya memejamkan mata dan berkedip mendengar kata-kataku itu. Lalu tangannya yang tengah mengelus-ngelus batang Penisku, segera ku angkat dan kulepas dari batang Penisku. Lalu tangannya ku angkat dan kutaruh disamping kepalanya. Saat itu dia terlihat pasrah saat kubuka pahanya lebar-lebar. Wow, belahan Vaginanya sunguh membuatku semakin terangsang saja. Situs Slot Online Terbaik


Lalu,


“ Nggun, sebenarnya sudah lama sekali Abang ingin berstubuh sama kamu”, ucapku tegas. Dengan cepat kudekatkan kepalaku ke permukaan Vaginanya, lalu dengan mantap kujilat permukaan liang Vaginanya,


“Sruppp… Sruppp…”enak dan harum sekali vagina Anggun ini,

“ Sss… Ahhh…. Bang… Ouwhh… terus bang… Aghhh…”, desah Anggun seirama gerakan lidahku yang nakal menjilati liang kenikmatannya.


Ketika itu tangan Anggun menjambak rambutku saat lidahku mulai kutusukan dalam Vaginanya itu, “ Ouwhhh… Bang… Aghhh…”, desah nikmatnya.


Dengan semangat kujilati terus Vaginanya hingga basah, selang 10 menit kemudian kuhentikan gerakan ku menjilati Vaginanya itu. Keringat dan desahan nafas Anggun seakan berpacu, lalu ku arahkan batang Penisku ke lubang Vagina Anggun. Lalu sesaat kusapu Vaginanya dengan lidahku,


“ Aghhh…. geli sekali Bang… Ughhh….”, desahnya pelan.

“ Ada pa Anggun sayang ?”, tanyaku menghentikan gerakan Penisku di bibir Vaginanya.

“ A…aa… aku masih perawan Bang. Aku takut ”, ucap Anggun lirih.


“ Udah kamu jangan takut, nanti Abang akan bertanggung jawab bila sampai terjadi apa-apa pada Anggun ”, kataku gombal menenangkan Anggun.


Sebenaranya dalam benakku bersorak ( mantap cuy, gue dapet perawan ),

“ Makasih ya Bang, pelan-pelan Bang yah masukin titit abang ke Vagina aku ”, pinta nya padaku.

“ Iya Anggun sayang”, jawabku singkat.


Sembari mengarahkan kepala Penisku yang bulat besar ke lubang Vaginanya, dengan perlahan kudorong Penisku. Sedikit demi sedikit, walaupun agak susah karena vagina masih perawan dan sempit sekali aku terus mencoba tanpa mengenal lelah,


“ Aouw… sa.. sakit Bang… Aghhh…Auow… pelan Bang”, ucap Anggun sembari mencengkram sprey tempat tidur dan sedikit menutup bukaan pahanya.


“ Aghhh… Tahan dulu ya Anggun sayang” rayuku menenangkanya.Setelah bersusah payah, pada akhirnya, Zlebbbbbbbbbbb….. akhirnya batang Penisku amblas juga Masuk kedalam Vaginanya Anggun,


“ Aowwwwwww… sakitttt… saaakit sekalliiii Bang… Huuu… huu… hu… ”, kata Anggun sambil menggigit bibirnya.

Ketika itu kudiamkan batang Penisku sejenak didalam Vaginanya, ughhh… kuat sekali jepitan Vagina Anggun, batinku. Lalu beberapa saat kemudian segera ku ayun perlahan Penisku maju mundur didalam liang Vagina Anggun,

“ Zlebb… Zlebb… Zlebb… ” , bunyi penisku yang sedang menyelami Vagina Anggun.


Lama-kelamaan aku merasa mudah mengayun Penisku. Ketika itu Anggun memejamkan mata seraya memeluk leherku erat. Dengan irama yang tetap santai ku ayun gerakan Penis ku maju mundur mencoblos Vaginanya,

“ Aghhh… enak sekali Vagina kamu sayang… Oughhh… ”, bisikku penuh gairah di telinganya, sembari menjilati telinga Anggun yang mungil itu.


“ Ssss… Aghhh… Bang… pelan Bang… aoww… Sss… ahhh” desah nikmat dan sakit menjadi satu.

Pada awalnya gerakan Anggun kaku, namun lama-kelaman Anggun mulai membalas goyangan pinggangku dengan goyangan sedikit memutar pinggul,


“ Enak Anggun, Aghhhh… terus goyang sayang ”, pintaku.

Saat itu kulihat matanya sedikit meneteskan air mata, namun disisi lain mulutnya terbuka terengah-engah menikmati tusukan Penisku di Vaginanya. Sesekali dia menggigit dada dan leherku.


“ Slebb… Sluppp… Plakkk… Plakkk… Plakkk… ”, bunyi gesekan Penis dengan Vagina semakin nyaring.

Dengan semangat, kurasakan tubuhku terbang melayang keenakan, lalu kupacu gerakan tusukan Penisku lebih cepat lagi. Saat itu Anggun semakin mendesah dan terengah keenakan, aku tak peduli dengan suara pembantuku didapur yang tampaknya sudah pulang dari pasar. Rupanya pembantuku lewat pintu belakang, sehingga tidak melintasi pintu kamar Anggun yang terbuka lebar.


Dengan penuh gairah terus kupacu irama Penisku, sampai kumerasa kepala Penisku linu , geli bercampur enak sekali. Kaki Anggun kini melingkar di pinggangku, hingga tusukan Penisku terasa semakin dalam. Tak terasa kami sudah berhubungan intim selama 15 menit, tidak lama setelah itu tubuh Anggun-pun menegang dengan hebat, lalu,


“ Aghhhh…. Bang… enak Banng, a… aa… aku mau pipis Bang… aghhh…” mulutnya mulai meracau sembari menggigit dadaku.

Rupanya Anggun telah mencapai puncaknya, Vaginanya terasa sangat basah sekali hingga Penisku terasa liNggunn saat menggelosor masuk ke Vaginanya. Tubuhnya Anggunpun setelah itu lemas seperti tak bertulang. Dari sudut mataku sekilas kulihat Zaenab pembantuku mengintip dari balik horden pintu, tidak kusangka rupanya dia tengah menonton aku yang lagi asik bersetubuh dengan Anggun.


Namun saat itu aku berpura-pura tidak tau dan terus mengocok lubang Vagina Anggun. Dari lubang Vagina Anggun tampak menetes darah bercampur cairan lengket. Akirnya tercapai juga keinginaku, sungguh puas aku mendapatkan keperawan Anggun, kataku dalam hati. Lalu kucabut batang Penisku yang Masih keras dari lubang Vagina Anggun yang sudah tidak perawan lagi karena aku.


Sementara itu Anggun terkulai lemas dan wajahnya Masih tampak tegang, dengan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya. Hal itu membuat tubuh putihnya semakin terlihat menggairahkan saja. Batang Penisku yang mengkilat dikelilingi lendir kawin Anggun, saat itu masih belum memuntahkan sperma juga, maka dari itu aku masih sangat bernafsu sekali,


“ Anggun sayang… Abang belum keluar nih, sekarang kamu uka mulut donk sayang… perintahku.

Tanpa menjawab Anggunpun lalau membuka mulutnya, lalu aku mengarahkan batang Penisku ke dalam mulutnya. Pada awalanya Anggun mau muntah saat Penisku Masuk kemulutnya yang mungil itu. Namun kemudian dia mulai terbisa mengocok dan mengulum Penisku,


“ Aghhh… enak Nggun, sepong terus… Oughh… kamu mulai mahir deh, Ssss… Aghhh…”, desahku mulai merasa nikmat oleh kuluman Anggun.


Secara konstan Anggun-pun terus mengkulum penisku dengan lembutnya. Tak lama setelah itu kurasakakan batang penisku berdenyut dan,


“ Crottt… Crottt… Crottt… ”,

Akhirnya Penisku memuntahkan spermanya kedalam mulut Anggun yang mungil itu, saking banyaknya spermaku yang keluar sampai-sampai mulut Anggun yang mungil itu tidak mampu menampung spermaku.


Walaupun mulut Anggun mungil, hampir setengah spermaku tertelan oleh Anggun. Setelah itu kamipun sama-sama terkulai lemas, aku dan Anggun tertidur pulas hingga siang hari.


Pada akhirnya kami sama-sama tidak berangkat kerja. Singkat cerita semenjak kejadian itu kamipun sering melakukan hubungan sex dirumah, dan tak jarang pembantuku Zaenab mengintip kami saat berhubungan intim. Sampai saat ini hubungan kami terus berlanjut dan Zaenab tidak pernah angkat bicara sedikitpun tentang persetubuhan kami.

Cerita Sex Panas Obat Perangsang Untuk Sepupuku

Cerita Sex Panas Dewasa Nikmatnya Memek Mama Tiriku, sejak orang tua saya bercerai dan saya tinggal dengan ayah saya ketika saudara perempuan saya tinggal bersama mama. Sekarang mereka tinggal di perdesaan karena kami jarang bertemu, sebagai anak laki-laki di sekolah menengah. Saya lebih sering bercampur dengan teman-teman saya, tidak jarang saya tidak pulang ke teman.


Saya dapat mengatakan bahwa saya menjadi broken home, terutama ayah saya tidak memperhatikan, dan sebagai laki-laki saya tidak sering berhubungan seks dengan banyak pria seperti dalam adegan cerita seks. Ada begitu banyak pria yang saya gunakan bersama mereka, dan inilah tepatnya yang kami lakukan karena tidak hanya teman saya yang lain yang sama.


Cerita dewasa seperti cerita seks telah menjadi suguhan setiap hari, ditambah lagi aku mendengar ayahku menikah lagi, setelah beberapa kali dia meneleponku akhirnya aku pulang ke rumah dan di rumah, aku pernah melihat seorang wanita yang lebih pantas menjadi kakakku “Katakan halo sama mama baru kamu, panggil Mama Maya … “Aku tersenyum setelah melihatnya tersenyum padaku.


Karena permintaan ayah saya, saya jarang menginap di rumah teman, dan lebih suka tinggal di rumah. Tapi tidak jarang saya mengundang teman-teman saya untuk berkumpul bersama di rumah saya. “Bagas … ibu baru kamu benar-benar seksi … kenal aku …” kata Dika salah satu temanku “Wajahnya masih muda … ini akan menjadi pertunjukannya …” Andri tertawa.


Kami juga bercanda dan ibu baru saya adalah topik hangat bagi mereka. Jika Anda melihat ibu Maya masih terlihat sangat muda, saya pikir dia masih seusia saya jika Anda tidak memakai make-up, dan terlihat lebih dewasa dengan riasan. Dan saya tahu mungkin dia ingin terlihat lebih dewasa karena dia di samping pria dewasa seperti ayah saya.


Tetapi meskipun ia terlihat muda tetapi tante Maya tidak seperti ibu tiri yang sering saya dengar. Dia sangat baik kepada saya bahwa dia sangat tertarik pada saya daripada diri saya sendiri, sampai akhirnya saya menjadi dekat dengannya dan saya sering tidak menemaninya ketika dia sedang berbelanja. “Kamu memilih apa yang harus dibeli …” Dia berkata lembut kepada saya.


Ketika saya membayar ke kasir, saya terkejut dengan kata-kata kasir di supermarket. “Kamu jodoh.” Dan kemudian saya perhatikan bahwa wajah Maya sangat malu, di dalam mobil saya menggodanya, “Apakah kita benar-benar seperti pasangan?” Dia segera menjawab, “Dia hanya lelucon Bagas …” Tapi aku tahu bibi Maya tercekik saat itu. Situs Slot Deposit BRI


Sampai rumah kami kembali dengan kegiatan kami sendiri, tante Maya pergi ke dapur ketika saya memasuki ruangan. Dan seperti biasa pergi ke halaman cerita dewasa dan saya bahkan membacanya sehingga saya merasa penis saya kencang dengan cerita yang baru saja saya baca. Dan pada titik itu saya ingin melakukan adegan seperti itu dalam sebuah cerita seks.


Tiba-tiba pintu terbuka “Ini tante membawakanmu camilan.” tante Maya masuk, ketika dia melihatku bermain di celanaku. tante tersipu ketika dia meliriknya karena penisku juga tumbuh besar, ketika mata kami bertemu ibu Maya yang semakin dekat dan aku tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus menggapai tubuhnya.


Lalu aku mencium bibirnya sambil memegangi tubuhnya. “Ooohhh … ooouhhh … Bagaasss … aaaahhh … ..aaaahhhhh …” Maya mengeluh begitu aku punya payudara penasaran dan penasaran, bisakah aku juga menikmati aroma tubuhnya yang begitu harum. Meskipun saya terus merasakan dan menciumnya ketika saya menanggalkan pakaiannya.


Jadi itu telanjang tanpa mengenakan pakaian “Tante .. taraak Maraah jika Bagas melakukan ini ..” Aku berkata pura-pura untuk mendapatkan persetujuannya, tapi aku tahu dia telah dinyanyikan oleh tangan fiksiku. Sambil memelukku erat dia berkata “Heyh … ayooo … Aku mencintaimu. … aaahhh … aaaahh ….”


Tubuh cepat menempelkan batang saya ke penisnya, terutama ini bukan yang pertama kalinya. Saya melakukan adegan seperti dalam cerita seks, jadi penis saya masuk. Awalnya saya memindahkan tubuh saya. “Oooohhhh … ooohhh … oohhhh … teruuuuus … akuaang … .. aaaaahhh … aahh … aaahhhh …”.


Ini bukan lagi keluhan Maya tapi aku juga sama, menikmati adegan cerita hari ini dengan bergerak dan bergerak di tubuh Maya. “Oohhhhh … aahhh … aaahhh … aaaaaahhhh … aaahhh … aaaaaggghhhhhhh …” Semakin lama aku bergerak lebih cepat dan remaja Maya berayun di bawah tubuhku. Situs Slot Deposit BCA


Sampai akhirnya kami merasakan getaran hebat bersama “Aaaahh … Baaaagaaas … taaante … aaahhh … aaaahh … aaaggghh ..” desah bibi panjang Maya. dan aku tidak ketinggalan untuk mengerang dengan keras “Ooohh … taaantee … aaahh … aaaahhh … .. aaahhh … aaahhh … aaahhh …” Sperma penisku ada di vaginanya.


Saya sangat senang saya merasakan alat kelamin Maya, berbeda dengan gadis yang telah memainkan adegan cerita dewasa dengan saya juga. Tubuhku terkulai di sekujur tubuhnya dan dengan lembut membelai tubuhku “Terima kasih …” Dia berkata penuh kelembutan yang berbisik di telingaku, aku melihat wajahnya dan kemudian menikmati bibirnya seolah-olah dia tidak ingin melepaskan tante Maya.

Cerita Sex Panas Dewasa Nikmatnya Memek Mama Tiriku

Cerita Sex Panas Keperawananku Direnggut Secara Paksa - Nama saya Vira Saya bekerja sebagai asisten toko di sebuah supermarket terkenal, saya sudah bekerja di sini hampir setahun. Karena sejak saya lulus SMA saya langsung bekerja tanpa pergi kuliah karena keterbatasan biaya, walaupun saya anak tunggal orang tua saya yang memang tidak mampu, saya juga menjaga diri agar tidak membuat adegan kekerasan. itu bisa mempermalukan orang tua saya.


Setiap hari aku selalu terlihat simpel, mungkin karena wajahku sangat cantik meski tanpa make up membuat banyak cowok menaruh hatiku padaku. Ada mas Deny, seorang pria yang juga bekerja di toko elektronik di supermarket ini, tetapi saya tidak menerima cintanya karena saya melihat meskipun dia tampan tetapi sering bergaul dengan gadis-gadis yang juga bekerja di sana.


Ada juga Hendra, salah satu petugas keamanan yang bertugas di sana, dia tampak sopan setiap kali dia menatapku. Tapi aku masih tidak bisa menerimanya juga meskipun dia sudah menyatakan cinta kepadaku, aku takut mereka hanya akan melampiaskan nafsu mereka dengan melakukan adegan seperti dalam cerita keras kepala dan akan mengecewakanku pada akhirnya dan aku tidak t menginginkannya.


Tetapi dari beberapa orang yang terus terang ingin menjadikan saya pasangan mereka, saya hanya memikirkan mereka berdua, antara mas Deny dan Mas Hendra karena mereka mencari saya setiap hari. Jadi tidak mudah bagi saya untuk menghindari mereka yang dengan jelas memberikan perhatian lebih kepada saya mulai dari makan siang bersama untuk mengantarkan saya pulang.


Sampai akhirnya di hati saya, saya bisa memilih siapa yang harus saya jangkar hati saya. Dari banyaknya perhatian yang mereka berikan, saya hanya bisa memikirkan mas Hendra, saya lihat dia selalu mengalah tanpa harus mengejek Deny atau yang lain kepada saya. Hingga ke hati, tampaknya seolah-olah kuat untuk memilihnya karena kebaikan yang telah kulihat di dalam dirinya.


Tetapi sebelum saya menyatakan cinta saya untuk Hendra, ada insiden di mana saya tidak bisa lagi menyatakan cinta saya kepada Pak Hendra. Ketika jam kerja saya selesai dan saya bersiap-siap untuk segera pulang, tetapi tiba-tiba saya melihat Mas Deny mendekati saya dan berniat mengajar saya untuk pulang bersama, saya yang mencoba menghindarinya akhir-akhir ini mencoba menolaknya. Slot Online Terbaik


Tapi mas Deny sepertinya memaksaku bahkan dia berkata “mungkin kali ini yang terakhir adalah Vira, aku akan menjauh darimu jika itu yang kamu inginkan ..” Kata Mas Deny dengan lembut kepada saya itu ketika saya melihat dia begitu sedih mencari ke dalam mata saya, bahwa saya mengikuti keinginannya untuk pulang bersama sore itu bahkan saya hanya terdiam ketika dia mengajari saya makan di kafe.


Setelah itu dia mengucapkan selamat tinggal untuk mampir dulu, aku hanya mengikutinya tanpa sedikit pun curiga sampai akhirnya aku merasa pusing setelah meminum teh hangat yang Deny berikan padaku. Aku mencoba bangkit tetapi masih tidak bisa sampai aku merasakan tubuhku terbawa oleh mas Deny, aku bisa merasakan napas seolah berburu.


Perlahan dia membaringkan saya di tempat tidurnya dan kemudian dia melepaskan satu demi satu pakaian yang menempel pada saya. Dengan nada terhuyung-huyung aku berkata “tolong jangan..” sementara itu tubuhku tidak bisa berbuat apa-apa. Seperti pemain dalam cerita, massa, Deny, terus mengotak-atik tubuhku mulai dari wajah leher ke titik dimana tubuh saya menjadi pilihan untuk disentuh.


Dia menghela napas sambil terus melakukan itu “Oooghhh … oooogghh … aaaaaaaaah … aaagghhhhh … ..aaaagggghh … sa … aaghhh …” Mungkin dia sudah berniat sejak awal untuk menjalin hubungan intim dengan saya, awalnya saya hanya meringis menahan air mata tetapi begitu penis Mas Deny memukul saya, orang yang telah diam langsung berteriak.


Karena itu menyakiti vaginaku “Ouwww … ooowww … jangan …. aaghhh …” Mas Deny mengabaikan jeritanku dia bahkan menjadi semakin bergerak turun di atas tubuhku, sambil terus bergoyang dia mencium seluruh wajah dan juga leher saya dengan kekerasan mungkin karena dia sangat bersemangat dia melakukan adegan seperti itu di dalam cerita. Slot Online Terpercaya


Menyangkal tidak lagi mengabaikan jeritan saya, semakin banyak air mata mengalir dari saya. Tapi dia masih asyik menggoyangkan pinggulnya padaku, goyangan mas deny semakin cepat dan membuatku tidak tahan menahan gesekan penisnya di dalam vaginaku. “Ooghhh … aaghhh … sa …kit….. aaaagghh … hmmm… aaaggghhh … aaagghhh. .. “


Dengan penis yang lebih dalam menekan di memekku sampai aku merasakan sesuatu yang hangat di memekku “AAaaaghh … emmmhh. Aaghhhh … aaaaghhh …” Deny terkulai lemas setelah sperma masuk mengisi liangku, sementara aku masih menangis karena aku bisa jangan lakukan apa-apa karena minuman yang diberikan oleh Deny kepada saya.

Cerita Sex Panas Keperawananku Direnggut Secara Paksa

Cerita Sex Panas Bercumbu dengan Ms. Bernike, Pagi itu, saya selalu suka pergi ke sekolah. Alasannya adalah bahwa pelajaran pertama pada hari Sabtu adalah bahasa Inggris. Bukan karena bahasa Inggris adalah pelajaran favorit saya, tetapi karena guru bahasa Inggris saya sangat seksi. Namanya Bernike (nama samaran). Tetapi lebih suka dipanggil Miss Bernike.


Dia menikahi seorang pelaut dan memiliki seorang anak 3 tahun. Namun meski sudah menikah dan memiliki anak, ia suka mengenakan pakaian seksi bahkan di sekolah. Mungkin jika Anda tidak mengenalnya, Anda akan berpikir dia masih perawan.



Seperti biasa pagi ini, saya tidak memperhatikan materi yang diberikan oleh Miss Bernike kepada saya, meskipun Aqu melihat ke depan. Bahkan, saya hanya melihat tubuh Bernike dan membayarnya jika saya dapat menceraikannya bahkan semalam. Nenek saya akhirnya terkejut oleh kata-kata Miss Bernike, “Oke, tutup buku itu. Kami sudah mengulang!” Kotoran! Saya jelas tidak siap karena dia tidak memperhatikan pelajaran yang dia berikan. Pelajaran bahasa Inggris berakhir. Dan ketika hasil replikasi diberikan, saya perlu meningkatkan. Sebelum meninggalkan kelas Nona Bernike, menyarankan saya untuk menemuinya di kantor ketika dia pulang sekolah.


Singkat cerita, akhirnya saya bertemu Miss Bernike di kantor ketika saya kembali dari sekolah. Kebanyakan guru sudah pulang karena sudah waktunya pulang. Setelah Anda diundang untuk duduk, Miss Bernike segera menegur saya untuk perawatan. “Saya terkejut, bagaimana Anda bisa mendapatkan obatnya? Dan masalahnya adalah ketika saya melihat Anda memperhatikan waktu mengajar saya, tetapi mengapa itu bisa menjadi obat, apa yang Anda perhatikan?” Pertanyaan seperti itu jelas membuat saya bingung tentang apa yang perlu dijawab. Waktu adalah ya, jika Anda ingin menjawab, jika Anda hanya melihat tubuh seks. Bukan tidak mungkin kan? Miss Bernike akhirnya berkata, “Yah, itu tidak masalah, jelas kamu harus pergi ke rumahku malam ini aku ingin tahu bagaimana kamu belajar. Jangan datang!” Saya tidak punya waktu untuk mengatakan apa-apa, Miss Bernike telah meninggalkan kantor. Slot Online Indonesia


Malam itu saya pergi ke rumah Nona Bernike. Setiap Minggu malam, saya selalu diberi kebebasan untuk pergi keluar. Ketika Aqu mengetuk pintu, putra Miss Bernike membuka pintu. “Apakah kamu di sana?”, Ditanya kemudian. “Masih di kamar,” jawabnya. Kemudian anak saya masuk lagi untuk memanggil ibunya. Tak lama kemudian, Miss Bernike keluar. Dan saya sangat terkejut ketika saya melihat Miss Bernike. Dia mengenakan kemeja putih yang sangat ketat sehingga seluruh tubuhnya terlihat jernih. Dan celana yang terlalu ketat sehingga mereka tidak bisa menyembunyikan kelancaran paha mereka. Itu benar-benar tidak terlihat seperti pakaian seorang guru.


Miss Bernike segera mengundang saya untuk belajar di ruang tamu dan menyuruhnya pergi tidur. Tetapi untuk 20 menit belajar, Aqu tidak bisa berkonsentrasi. Miss Bernike, yang duduk sangat dekat dengan saya, membuat saya berdebar. Terutama paha yang telah menempel di paha. Sepertinya dia sengaja melakukannya. Saya tidak tahu apa yang menghancurkan pikiran saya, tiba-tiba tangan saya bergerak untuk merasakan kuku-kuku halus Miss Bernike. Tak lama setelah Nona Bernike berpaling kepada saya. Aqu segera menyadari apa yang sedang saya lakukan. Dan sudah siap jika Anda tiba-tiba mendapat pukulan karena Anda berani mengambil tindakan kurang ajar terhadap guru. Tapi ternyata tidak. Miss Bernike tersenyum padanya dan mengedip padanya. Ini membuat saya lebih berani untuk melanjutkan tindakan saya.


Saya menolak untuk tidur di belakangnya. Kemudian kamu menghancurkannya dan membisikkan kalimat di telinganya, “Aku suka kamu Bernike …”. Bernike tidak menjawab. Dia hanya memelukku dengan erat. Saya kemudian dengan lembut menggigit telinganya dengan lembut. Tangan kananku segera mengelus rambut Bernike dengan sangat hati-hati. Meskipun tangan kiriku mulai terasa nyaman di payudara Bernike. Tapi ketika saya ingin meremas payudaranya, dia menahan saya. “Mengapa kamu mengatakan hal itu?” “Untuk sesaat …” Bernike menjawab sambil tersenyum. Dia kemudian pergi ke pintu dan menguncinya. Kemudian dia kembali ke sofa. Giliran saya untuk menghancurkan saya. “Sekarang aman,” katanya sambil tersenyum. Saya lalu mencium bibirnya. Tapi Miss Bernike bahkan membuka mulutnya untuk menggigit bibirnya dan sekarang bibir kami berdebar. Tangan kiriku langsung memar di dada Bernike yang telah tertunda. Dan tangan kananku memukul pantat semok Bernike.


“Sayang puasin aku ya … Sudah hampir setahun saya tidak pulang. saya butuh pelukan dan pelukan dari seorang lelaki …” Bernike berkata, mengeluh. Itu wajar bahwa Miss Bernike kesepian. Suaminya, yang bekerja saat melahirkan, kembali ke rumah setidaknya selama setengah tahun. Saya terus menghancurkan payudara Bernik. Setelah sekitar 5 menit, saya langsung membuka baju dan celana saya. Begitu juga dengan Bernike. Kali ini dia hanya memakai bra dan CD. Dan saya sangat terkejut dengan tubuh Bernike.


Tubuhnya sangat seksi dan halus. Bernike tiba-tiba meremas paha ketat saya dari awal. “Jangan hanya melihat, katakanlah, malam ini aku puas,” kata Bernike sambil tersenyum. Lalu dia memimpin tanganku untuk mengambil CD. Kemudian dorong kepalanya dan berhenti tepat di depan alat kelaminnya yang harum. “Malam ini, ini milikmu …”. Saya tidak hanya diam. Tidak lama setelah lidah saya menjilat lubang vaginanya. Bernike tampak terangsang. Tangannya menekan kepalanya ke lubang kemaluannya. Bernike kecewa ketika saya berhenti menjilati saya. Tapi dia berhenti ketika tangan kananku menemukan ‘mainan’ baru.


Ya, jari-jariku telah mengusap bibir Bernik yang tumbuh dengan rambut tipis. Segera, akuarium menemukan klitorisnya. Ketika saya menyentuhnya dengan jari-jari saya, itu sepertinya berputar. kami mengubah posisi. Kali ini akuariumnya selesai. Tangan kiriku memegang posisinya. Sementara tangan kananku masih mengguncang vaginanya yang basah. Bernike terus merangsang.


Dia melepas branya sendiri dan meremas payudaranya sendiri. “Aahh, katakanlah, jangan menyiksa saya … enak … hhhhh”, kontrolnya tak terkendali. Saya mempercepat jari saya di kemaluannya. Semakin lama dan Bernike terlihat untuk mencapai klimaks pertama.  Desahan Bernike akhirnya keluar bersamaan dengan cairan cinta dari lubang vagina Bernike. Tubuh seksi Bernike juga terlihat berkeringat. ” Saya sangat tertarik padamu, jarimu sendiri telah membuatku mencapai puncak kenikmatan, bagaimana jika itu masuk ke vaginaku …” Bernike berkata, mengeluarkan CD yang aku gunakan. Lalu dia menyentuh penisku. Sayapun sangat suka. Bibir Bernike seksi yang saya kagumi berada di penis saya. Tapi ketika saya hampir klimaks, saya menarik penis saya. “Kenapa …?”, Tanya Bernike. Saya tidak menjawab. Saya hanya menolak Bernike untuk berbaring di sofa.


Lalu aku melayang kemaluanku dengan payudara Bernike. Saya menggosok penisku di bagian Bernike dan kenikmatan yang tak terkalahkan membuatku klimaks. Air mani keluar cukup banyak. Saya menyemprotkan semua air mani saya ke payudara Bernike. Bernike sepertinya tersenyum pada apa yang saya lakukan. Lalu tanpa diberitahu dia segera bangkit dan menjilati semen yang tersisa di kemaluanku dengan mulutnya. “Apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu puas?” Miss Bernike bertanya dengan penuh minat. “Aku suka kamu Bernike … Aku benar-benar menginginkanmu …”, katanya. Dia meletakkan tangannya di leherku. Lalu dia mencium bibirku dan kami bercinta lagi.


Meskipun tangan kanan saya mematahkan payudara Bernike. “saatnya untuk kita memulai permainan yang sebenarnya.” kata Bernike. Dia lalu membawaku ke kamar. Setelah itu dia mengunci pintu dan sekarang kami merasa lebih nyaman. Ya, tampaknya putranya memiliki kamarnya sendiri. Tidak tidur dengan ibunya. Dan itu membuat saya merasa lebih bebas untuk berbicara dengan Bernike. Saya mengajak Bernike tidur dan menikmatinya. Bernike memelukku dan aku mengelus rambutnya. “Siap?” Bernike bertanya. Situs Slot Online Indonesia


“Tapi Bernike … aku belum pernah melakukan ini …”. saya sering melihat video porno. Tetapi berurusan seperti seorang suami seperti ini adalah pengalaman pertama saya.


Bernike meyakinkan saya “Wow, ini menyenangkan Aqu adalah orang pertama yang merasakan batang besar Anda dan sekarang mengucapkan selamat tinggal pada status perawan Anda. Aqu akan memberi Anda kesenangan yang tidak akan Anda lupakan …”. Lalu tangannya membawa saya penis ke penisnya. “Ohh, penis kamu ngalahin punya suami aku …… Sekarang, dorong penismu untuk menembus lubang yang menyenangkan ini …”. kata Bernike.  Saya juga perlahan menolak penisku. Ini agak sulit karena selain dari rambut besar tapi besar tapi meskipun Bernike sudah menikah, dia telah kehilangan kontak untuk hubungan intim selama hampir satu tahun. saya terus berusaha. “Ahh, katakan … Lanjutkan … sedikit lagi …aww … ahh …”, keluh Bernike. Saya terus mendorong penis dan keberkatanku … Saya berhasil memasukkan semua penisku ke genit Bernike yang diiringi jeritan Miss Bernike. Saya berhenti. lalu saya mulai bergerak mundur. Bernike juga menambahkan seks dengan punggungnya. Aqua kembali mempercepat gerakan saya. Begitu juga dengan Bernike. Aqu membingungkan tak terkendali. Saya akan klimaks mengatakan … aahh. “” Tunggu aku … tahan. Kami sedang memuncak, “kata Bernike,” tapi Aqu tidak tahan … aahhh … “, akhirnya saya mencapai klimaks dan mengeja banyak sperma di lubang vagina Bernike. Penisku berdenyut dan terlihat kecewa.” “Aah, kamu payah …!”, Bernike berkata, memakai wajah kecewa. “Maafkan …,” katanya, lalu mencium bibir Bernice.


“Sekali lagi, ayo … aku masih pengen,” kata Bernike, menggosok penisku dengan tisu. “Aku lelah?”, Bernike bertanya dengan penuh perhatian. Saya hanya menggelengkan kepalanya. “Mari kita mulai lagi,” kata Bernike, memegangi saya. Kami kembali ke hubungan intim tetapi kali ini posisi Bernike berakhir. Bernike mulai bergerak maju mundur. “Oww, enak sekali … ahhhh … ahhh … ahhhhh” suara ramah Bernice. Dia melihat bahwa dia sengaja menyebabkan gairah saya dengan cepat muncul. Penis saya tegang lagi. Tetapi kali ini saya mencoba mempertahankan gairah saya. Saya tidak mau kalah dengan wanita yang sekarang berada di atasku. Gerakan Bernike semakin cepat. “Ohhh, ini enak. Ohhh, sudah lama sekali sejak terakhir aku merasakan hubungan ini …”.


Saya hanya tersenyum. Kali ini kami kembali. Pola pikir di atas. Goyangan hot tubuh Bernike. Dia hanya mendesah, “ah .. ah …ahh . ..saya  bilang lebih cepat … Kurasa itu cepat …. ahhh”. Saya mempercepat gerakan saya. Saya langsung merasakan klimaksnya. Tetapi penampilan Bernike juga akan klimaks segera. “Sayang …udah akan keluar … ahhh …”, kataku. “Owhh, aku akan klimaks,” kata Bernike. Saya terus mempercepat gerakan saya. Keringat tampak keluar dari tubuh kita. “Katakan … aku minta maaf …”, kata Bernike. Dan segera kita mencapai klimaks bersama. Crot … crot … crot … sperma keluar sangat banyak seolah-olah memenuhi lobang sempit Bernike. Tubuhku sangat lemah. Kami lelah. Khususnya saya yang malam ini telah berakhir tiga kali. Bernike berkata, “Kamu benar-benar hebat malam ini. Ini sangat menyenangkan … kegembiraan yang tak pernah bisa kudapatkan dari suamiku … tidak pernah hidup bersamaku …”. “Saya tidak akan membiarkan wanita cantik sepertimu Bernike. Saya tidak peduli jika kamu guruku … tetapi kamu harus segera kembali ke Bernike,” katanya. Tapi Bernike menahan saya, “jangan katakan … untuk tidur malam ini, Saya mengambil ponsel dan memanggil mama jika saya tidur di rumah teman dan Bernike terlihat senang, saya mengambil selimut dan tidur dengan penis yang masih menempel ke vagina Bernike.


Keesokan harinya saya bangun pada pukul 4:20 pagi. Badanku sakit. saya bangun, “katakan … bangun!” “Kenapa …? Ini hari Minggu, apakah kau terhubung dengan vaginaku?”, Goda Bernike. “Aku takut kamu hamil Bernike,” katanya. “Kenapa kamu harus takut? Apa yang harus kulakukan jika aku benar-benar hamil adalah menceraikan suamiku dan menikahimu,” kata Bernike dengan nada ringan. “Apa? Aku masih sekolah, aku belum siap jika dia menikah denganmu,” kata saya. “Aku tidak peduli dengan hal itu, kamu menumpahkan semua sperma kamu ke dalam rahim aku. Jika aku hamil, ini adalah putra kita, saya katakan …”. katanya lagi.


Saya tidak punya waktu untuk mengatakan apa-apa, Bernike telah mengarahkan vaginanya ke penis saya dan berkata, “Ayo main lagi. Biarkan semangat …”. Kami bermain satu putaran pagi itu. Saat pertandingan selesai, jam menunjukkan pukul 05.04. Aqupun ingin pulang tetapi masih memikirkan kemungkinan hamil Bernike. Tiba-tiba Bernike mencium bibirku dan berkata, “Kamu masih memikirkan kata-kataku ya. Kamu tidak perlu cemas, tapi aku tidak bisa hamil karena kemarin dan hari ini aku minum pil KB. Dia mencium saya sekali lagi lalu pergi rumah dengan gembira. Saya benar-benar tidak bisa menunggu untuk Minggu malam yang lain.

Cerita Sex Panas Bercumbu dengan Ms. Bernike

Cerita Sex Panas Bercinta dengan PSG Susu - Perkenalkan nama saya Andy, saya bekerja di salah satu supermarket terkemuka di kota M selama sekitar tujuh tahun. Di awal penempatan saya, hanya di kantung yang menerima kiriman.


Dari sana kemudian pindah ke posisi yang masih cukup bagus, setengah tahun saat setelah diterima, saya dipindahkan ke lapangan, dalam arti ditempatkan di toko. Inilah awal perjalanan cintaku dengan makhluk yang namanya SPG. Terus terang saya sangat suka posisi ini karena setiap hari saya bisa menikmati setiap kecantikan SPG yang bekerja di supermarket ini.


Singkat cerita, dari jumlah anggota SPG yang bertugas, saya sangat tertarik dengan produk susu SPG, bernama Sari. Wajah Sari tidak hanya cantik, tetapi juga tubuhnya sangat dingin. Dia berumur 19 tahun. Dengan tinggi 165, 34B bra, ditambah dengan tingkat kaki putih mulus, itu sempurna bahwa Sari adalah yang sempurna menurut versiku.


Saya mencoba untuk lebih dekat dengannya, setiap hari saya selalu terus bertemu sampai kedekatan kami menjadi lebih nyata. Tetapi karena lokasinya di supermarket, saya juga harus menjaga citra agar masalah tidak sampai ke telinga bos saya.


Seringkali pada jam 2 sore saya memberi dia makanan ringan atau makanan tambahan yang enak dimakan, dan dari sikap saya itu muncul simpati sari ke arah saya. Jumat sore itu, saya mendekati sari sambil mengatakan “katakan, .. Saya akan pulang nanti.” Dan Sari mengangguk setuju. Bayangkan, sepertinya saya sudah tidak sabar menunggu jam 2 pulang kerja karena di otak saya beberapa rencana bagus sudah diatur, dia … dia. Tidak tahu bahwa akhir-akhir ini, selalu membayangkan tubuh Sari menjadi halus, tidak tahan menikmatinya.


Jam yang ditunggu akhirnya tiba, saya bergegas ke ruang bawah tanah, mengambil mtr favorit saya. Saya menunggu Sari di pinggir jalan ketika saya meninggalkan mal. Saya tidak melihat Sari keluar bersama dengan 3 temannya, dan begitu saya melihatnya, dia mengucapkan selamat tinggal kepada temannya, yang ditemani oleh lelucon yang usiline sari. Saya memberikan helm dan Sari segera melompat untuk duduk di pelana belakang sambil memegang pinggang saya.


“Katakanlah, kita langsung pulang atau berjalan-jalan sambil mencari makanan?” Saya berkata dengan cepat.


Aku hanya pura-pura, meski ada banyak rencana di otakku, hehhee. Tetapi, ternyata jawaban Sari sesuai dengan keinginanku.


“Kita pergi cari makan, gimana?”


Aroma di tubuhnya tampaknya menyebabkan selera makan saya, jadi semakin saya memacu mtr saya menjadi lebih kencang. Sari memeluk pinggang erat-erat sehingga dia menekan dadanya yang ditekan ketat di belakang punggungku. Celana saya semakin dijepit, hehheeeee. Slot Online Indonesia


Saya sengaja membawanya sedikit ke pinggiran kota, sehingga semua rencana saya selesai. Setelah puas berkeliling, akhirnya kami tiba di restoran klasik di mana restoran memiliki alun-alun seperti pondok pribadi, jadi apa yang akan saya lakukan akan lebih privasi dan tertutup dari pandangan orang lain, karena pondok itu terisolasi.


“Apa yang kamu pesan katakan?” Saya berkata dengan penuh perhatian.


“Hanya esensi dari pesan pecel lele”. Saya segera memesan pelayan. Apa yang ingin Anda tambahkan? Saya hanya menambahkan sayuran lain untuk membuatnya banyak, karena setelah makan nanti, saya juga ingin makan lagi, tapi tentu saja makan menu KHUSUS nanti, ha … ha … ha.


Karena kami sudah lapar, kami makan dengan penuh semangat ketika saya pernah bosan nasi ke mulut sari. Awalnya dia tampak malu, tetapi akhirnya dia tertawa geli. Selesai makan kami duduk mengobrol dan perlahan tapi pasti arah pidato saya memancing ke arah seks sementara lengan saya memeluknya. Perlahan mencium bibirnya,


hmmm … lidahku menjelajah di dalam dan melilit lidahnya. Sari menjawab dengan panas, sehingga penisku semakin menonjol … Ihhhhhh kemudian. Semakin aku mengangkat diriku dengan memasukkan tanganku ke bilik seragamnya dan meraba-raba payudaranya yang padat. Sari merintih senang merasakan cintaku untuk payudaranya. Aku membuka bra dan perlahan memutar putingnya, terima kasih … jus itu mengerang.


Saya tidak tahan lagi, saya keluarkan penis saya yang telah dibesarkan tegak dengan diameter 4 panjang sekitar 17cm. Sari kaget ketika melihat penisku meregang tegak. “Ihh, itu sangat besar untuk memiliki saudara, takut bang bang”: sari belum pernah melihat yang seperti itu, Bang, “kata Sari. Aku tidak bisa mengatakan, itu normal lagi, hehhe … jawabku membabi buta. untuk ciumanku, perlahan ke telingaku dan turun ke leher. Aku mencium lembut dan Sari menghela nafas lagi dan lagi. “Akhhh..bang” ssttttt, ouugghh … “Sari semakin tidak tahan. Perlahan-lahan, aku merasakan pahanya terbuka dan segera jariku mendarat di ujung pangkal pahanya.


Saya belum menjatuhkan CD, hanya jari saya yang hanya menggosok belahan vagina. Sari mendesis dengan lembut membuatku semakin bersemangat … Ada lendir basah yang mengalir keluar … Sari semakin tidak tahan sehingga tangannya menggenggam penisku dan menyeretnya bersama-sama. Tiba-tiba saya menghentikan serangan saya untuk membuat Sari tercengang kaget, nafsu yang telah diturunkan berhenti dengan segera .. Apa yang salah, Pak? “


Lalu aku jawab “Tunggu sebentar, jangan di sini bahaya.”


Sari baru ingat ternyata kami masih di gubuk restoran . kita pulang saja, pak?, Sari takut malam dan saksofib yang jujur ​​belum pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya. sari takut bang “.” Ok dech, kita pulang saja bilang “kataku berbisik di telinganya”.


Di hatiku aku merasa bertanggung jawab, dan aku melanjutkan rencanaku. Kami merapikan pakaian kami dan berjalan keluar … Setelah menyalakan sepeda motor saya, kami melanjutkan perjalanan pulang, dan jam sudah 21:20. Di perjalanan, aku pura-pura sakit perut.


“Oh, hatiku, perutku sudah makan banyak, oh my, rasanya seperti itu tidak bisa membawa sepeda motor lagi,” Sari bingung melihat bagaimana aku menahan sakit, meski aku hanya pura-pura.


“Kita harus cari tempat untuk beristirahat sebentar dulu ya. Sakitnya tidak tahan lagi, ini sangat sakit perutnya”,  Kemudian Sari berkata “Ya, Pak, kita mencari tempat untuk beristirahat dulu, kemudian tidak akan sakit lagi, hanya berjalan Saya bersorak gembira, strategi saya berubah menjadi sukses. Saya mengendarai sepeda motor saya menuju motel yang tidak jauh dan segera mengambil kamar. Kami beristirahat dulu, katakan, tidak, tidak, jangan khawatir, kita tidak akan sakit lagi, segera, katakanlah .. “Sari hanya mengangguk pelan dan merasa khawatir tentang kesakitan saya.


Di kamar, aku langsung berbaring di tempat tidur sambil pura-pura mengerang, perutku basah, dan sari mulai khawatir aku memperhatikan situasiku. Aku memanggil sari untuk mendekat dan aku memintanya untuk mengelus perutku sehingga rasa sakitnya agak mereda, dan sari itu patuh … itu benar-benar bagus, pijat sari, jadi mataku berkerut menjadi kenyataan, hahaha .. . Slot Deposit Pulsa


Tiba-tiba aku bangkit dan memeluk sari itu. Sari kaget dan langsung meraih tubuhnya saat mencium bibirnya … Sari gelagapan sambil membalas juga dan perlahan kembali menstimulasi dan kizumbu abiz2an. Aku membuka bra sari bagian atas dan aku mengelus dadanya dengan segera. Saya mencium putingnya perlahan dan melewatkan x. shhhhhhhhh mendesah nikmat. Tanpa sadar saya membuka semua pakaian dan CD-nya sementara saya terus menjilati dadanya dengan lembut. Aku membuka kedua kakiku dan kakiku melembut dengan lembut.


The Meqi sangat basah, licin lagi. Aku berkata kepadanya bahwa saudara menyukai bau Meqi sari … perlahan tapi pasti aku juga mengambil penisku yang cukup besar, dan mendorongnya ke mulutnya … dia pemalu tetapi ingin menghisap penisku, dengan nikamt yang tak terbatas. Aku juga memberitahunya bahwa kau sangat luar biasa sari … ohhhh … sudah puas dengan kuluman bibirnya aku sedang mengelus-elus Meqi-nya yang begitu putih mulus dengan rambut halus dan jarang .. lalu perlahan aku meletakkan penisku ke dalam Meqi .. Katanya sakitttttt banggggggg … dengan kasihan aku berguncang pelan duluan … sudah masuk separo kemaluanku baru dia tidak merasa sakit lagi.


Dengan penuh gairah aku menggoyangkan pinggangku ke vaginanya yang tebal dan halus, ahhh..hahh … ohh menghela sari begitu aku mengguncangnya begitu cepat, 10 menit berlalu aku sudah menghilangkan sperma yang begitu kental sampai Meqi sari tepatnya di bagian atas Meqi miliknya. Kenikmatan itu sangat terpana dan melemah seketika.


Saya juga bergegas membersihkan sisa-sisa sisa sperma saya yang tersebar. Setelah itu, Saripun masih menikmati dengan sejuta mimpi. Rasa senang dan kelelahan campuran, masih menyelimuti kami berdua. Depan setelah 20 menit berlalu, kami berdua pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saya masih berharap, semoga hubungan ini tidak pernah berhenti, dan dapat berbagi kesenangan bersama.

Cerita Sex Panas Bercinta dengan PSG Susu

Subscribe Our Newsletter